Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sebelum Peristiwa Ini Terjadi, Ida Dalem Pernah Mendengar Suara Kulkul Pura Pejenengan 

Panglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semara Putra, mengakui pernah mendengar suara kulkul di Pura Pejenengan Puri Agung Klungkung.

Tayang:
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Kulkul Pejenengan di Pura Pejenengan Puri Agung Klungkung 

Duplikatnya sampai saat ini belum dibangun, karena masih mencari kayu yang tepat.

Mengenai suara, pemangku mengatakan tidak sama dengan kulkul lainnya. Bahkan yang dengar suara kulkul tidak sembarang orang.

“Suaranya dang-dung, dang-dung, itu ada pengertiannya yang sangat dalam. Dang itu depang (biarkan) dan dung itu bermakna tolong. Jadi maksud suara itu adalah meminta tolong agar membiarkan umat selamat dan jangan diambil,” jelasnya.

Beliau (kulkul) memohon agar jangan mengambil umatnya, saat terjadi bencana. Berbeda dengan suara kulkul biasa yang memiliki batasan jarak pendengaran.

Kulkul pejenengan ini bahkan bisa terdengar sampai ke Jawa dan Lombok. Suaranya bisa panjang, bisa pendek tetapi ritmenya hanya dua yakni dang-dung.

“Depang tulung, depang tulung, atau jangan diambil ini milik saya. Artinya begitu beliau bersuara, semua harus ngerastiti, nunas wangsuh pada beliau agar rahayu,” tegasnya.

Biasanya setelah beliau bersuara, maka pamedek akan ramai datang ke Pura Pejenengan Puri Agung Klungkung. Menghaturkan banten lalu sembahyang, memohon perlindungan.

Kemudian nunas tirta dan meminta perlindungan dengan gelang tridatu sebagai simbol Tri Murti.

“Jika pamedek tidak membawa gelang tridatu, maka bisa minta di pura. Kalau bawa sendiri juga tidak masalah, nanti dipasupati di pura,” jelas pemangku. Gelang tridatu pertanda umat telah mendapat perlindungan beliau. (aa seri kusniarti)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved