Breaking News:

Begal Payudara di Tabanan Ditangkap, Ternyata Residivis Kasus yang Sama Dan Baru Bebas Juli 2020

Dia melanjutkan, selain merupakan residivis, pengakuan pelaku juga sempat meneguk minuman keras jenis arak sebelum melakukan aksi bejatnya

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pelaku begal payudara yang beraksi di Tabanan, Bali akhirnya ditangkap polisi. 

Kapolsek Pupuan, AKP I Ketut Agus Wicaksana Julyawan di Mapolsek Pupuan, Kamis (3/12/2020) mengungkap pelaku percobaan pemerkosaan atau begal payudara tersebut bernama I Putu Adi Pratama Putra (20).

Ternyata ia merupakan residivis kasus yang sama sebelumnya karena melakukan pelecehan seksual di wilayah Kecamatan Kediri tahun lalu.

"Jadi pelaku ini merupakan pria yang sebelumnya juga sempat melakukan hal serupa di kecamatan Kediri tahun lalu. Bahkan diaa juga baru bebas bulan Juli 2020 kemarin," kata AKP Wicaksana, saat gelar perkara di Mapolsek Pupuan

Dia melanjutkan, selain merupakan residivis, pengakuan pelaku juga sempat meneguk minuman keras jenis arak sebelum melakukan aksi bejatnya tersebut.

Setelah minum, pelaku melakukan aksinya mulai pukul 03.45 Wita hingga 04.30 Wita.

Dalam rentan waktu tersebut, ada empat wanita yang menjadi korban. 

"Modusnya sama yakni memepet korbannya, setelah jatuh lalu didekati dan meremas payudara korbannya dan berencana untuk menyetubuhinnya. Sebelum melakukannya, ia juga sempat minum-minum arak juga," ungkap mantan Kanit Intel Ubud, Gianyar ini.

Pelaku atas nama I Putu Adi Pratama Putra (20) berasal dari Desa Jelijih Punggang, Kecamatan Pupuan, akhirnya berhasil dibekuk jajaran Polsek Pupuan, Senin (30/11/2020).

Kelakuannya selama ini sudah meresahkan masyarakat.

Modusnya adalah mencari jalan sepi dan gelap kemudian memepet korban hingga jatuh.

Setelah korbannya jatuh, pelaku langsung melakukan pelecehan seksual kepada korbannya lalu kabur. 

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa begal payudara ini terjadi pada bulan Nopember 2020 lalu, hingga akhirnya Polsek Pupuan menerima laporan percobaan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan isterinya bersetubuh dengan dia (percobaan perkosaan) yang terjadi di pinggir Jalan Raya Pupuan-Antosari, Banjar Dinas Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Senin (30/11/2020) pagi. 

Kronologis aksinya diungkap bahwa pada saat itu, sekitar pukul 03. 45 wita korban datang dari Pasar Pupuan setelah seusai membeli bunga dengan mengendarai sepeda motor.

Tak berselang lama, korban berpapasan dengan pelaku.

Setelah itu, pelaku langsung memutar sepeda motornya dan mengikuti korban.

Sesampainnya di sebuah tempat atau di sebelah toko baju, korban justru dipepet oleh pelaku dan ditarik tangan kanannya sehingga korban jatuh dari sepeda motor yang dikendarainya.

Pelaku kemudian mendekati korban hingga melakukan pelecehan seksual pada tubuh korbannya. 

Tak sampai di sana, pelaku lantas menarik korbannya ke tengah jalan untuk melakukan perbuatan yang lebih amoral dengan menyasar tubuh bagian bawah korban. 

Beruntung saat itu seseorang warga (saksi) melihat perbuatan pelaku dan langsing berteriak kepada pelaku.

Melihat saksi, pelaku akhirnya kabur ke arah timur.

Korban kedua pun juga mengalami hal serupa.

Pelaku menerapkan dengan modus yang sama tepatnya di daerah Sedayu, Desa Pujungan.

Karena korban melawan dan teriak minta tolong, pelaku sempat memukul wajahnya dan kabur ke arah Timur. 

Sedangkan korban ketiga dilecehkan di depan SPBU Banjar Dinas Batungsel Kelod, Desa Batungsel.

Awalnya, pelaku membuntuti korbannya, karena merasa dibuntuti akhirnya korban berhenti.

Saat itu juga pelaku langsung mengincar bagian payudara korban.

Hanya saja, saat itu ia gagal karena korban berhasil menghindar. Selanjutnya korban berlari namun sempat ditarik jaketnya hingga jatuh. Beruntung ada sepeda motor yang lewat sehingga korban berhasil melarikan diri, sedangkan pelaku lagi lagi kabur ke arah timur. 

Demikian pula yang terjadi di Banjar Dinas Kebon Kaja, Desa Kebon Padangan. Pelaku menerapkan pola yang sama.

Beruntung saat itu korban berhasil melawan dan berteriak sehingga pelaku langsung kabur.

Setelah rentetan kejadian tersebut, pelaku kini sudah diamankan Polsek Pupuan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved