13 Cara Mudah untuk Mengatasi Insomnia
insomnia bersifat kronis bila terjadi minimal tiga malam dalam seminggu atau selama tiga bulan bahkan lebih.
TRIBUN-BALI.COM - Insomnia merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang sulit untuk tidur di malam hari.
Kondisi ini bisa berlangsung dalam jangka pendek alias akut dan lama atau kronis.
Selain itu, bisa juga kondisi insomnia datang dan pergi dalam beberapa waktu.
Insomnia akut berlangsung dalam waktu satu malam hingga beberapa minggu.
Baca juga: Puncak Mudik & Arus Balik Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 Diprediksi Terjadi Dalam Dua Fase
Baca juga: Ramalan Zodiak Mingguan 5-11 Desember 2020 Energi Aquarius Terkuras, Virgo Berada di Persimpangan
Baca juga: Cerita Prajurit TNI Selamatkan Bayi Umur 4 Hari dan Ibunya yang Terjebak Banjir
Sementara insomnia bersifat kronis bila terjadi minimal tiga malam dalam seminggu atau selama tiga bulan bahkan lebih.
Gejala insomnia meliputi kantuk di siang hari, kelelahan, serta masalah dengan konsentrasi atau memori.
Jenis-jenis insomnia
Ada dua jenis insomnia yakni primer dan sekunder. Berikut penjelasannya secara perinci:
Insomnia primer adalah gangguan tidur yang tidak terkait dengan kondisi atau masalah kesehatan lainnya.
Insomnia sekunder adalah kesulitan tidur karena suatu kondisi kesehatan (seperti asma, depresi, artritis, kanker, atau mulas), rasa sakit, pengobatan, atau penggunaan zat-zat tertentu maupun alkohol.
Penyebab insomnia
Penyebab insomnia bisa dibedakan dari jenis yang diidap oleh seseorang.
Penyebab insomnia primer adalah stres terkait peristiwa besar dalam hidup, seperti kehilangan atau perubahan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, perceraian.
Selain itu, insomnia primer juga disebabkan oleh kebisingan, cahaya, atau suhu udara.
Perubahan pada jadwal tidur, seperti jet lag, shift baru di tempat kerja, atau kebiasaan buruk juga bisa menjadi penyebab insomnia primer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/insomnia_20160810_130504.jpg)