Breaking News:

Dituntut 13 Tahun Edarkan Sabu dan Ekstasi, Ngurah Arika Ajukan Pembelaan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jaksa I Putu Sugiawan telah mengajukan tuntutan pidana penjara selama 13 tahun terhadap Putu Ngurah Arika Wiguna (20).

Tribun Bali/Putu Candra
Ngurah Arika menjalani sidang tuntutan secara virtual dari Lapas Kelas IIA Kerobokan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jaksa I Putu Sugiawan telah mengajukan tuntutan pidana penjara selama 13 tahun terhadap Putu Ngurah Arika Wiguna (20).

Terdakwa kelahiran Tejakula, Buleleng, 11 Agustus 2000 ini dinyatakan bersalah karena diduga terlibat peredaran narkotik golongan I jenis ekstasi dan sabu.

Tuntutan jaksa sendiri telah dibacakan pada sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. 

Baca juga: Cerita Prajurit TNI Selamatkan Bayi Umur 4 Hari dan Ibunya yang Terjebak Banjir

Baca juga: Udayana Central Adakan Acara Refleksi, Bahas Lambatnya Revisi PP 109

Baca juga: Wonderkid Bali United Rian Firmansyah Banting Setir Jualan Pentol Kuah, Demi Bantu Ekonomi Keluarga

"Terdakwa Putu Ngurah Arika Wiguna sudah dituntut. Dia dituntut 13 tahun penjara, dikurangi selama menjalani tahan sementara. Jaksa juga menuntut terdakwa membayar denda Rp 1 miliar subsidair enam penjara," jelas Dewi Maria Wulandari selaku anggota penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Sabtu (5/12/2020). 

Pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini mengatakan, oleh jaksa terdakwa dinilai terbukti sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Baca juga: Sukses Jadi Musisi, Politisi Dan Bapak 7 Anak, Pasha Ungu Ingin Tambah Momongan di Usia 41 Tahun?

Baca juga: Sebelum Putus Anak Venna Melinda Berikan Mobil Mewah Kepada Aisyah Aqilah, Kini Dikembalikan

Baca juga: Tanggapan Calon Presiden Barcelona Soal Neymar Bujuk Lionel Messi Gabung PSG

Sebagaimana dakwaan pertama, terdakwa dijerat Pasal Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tentang Narkotik.

"Menanggapi tuntutan jaksa itu, kami menyampaikan ke majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Putu Gde Novyartha mengajukan pembelaan tertulis. Kami minta waktu satu minggu untuk menyusun nota pembelaan," terang Dewi Maria. 

Diungkap dalam surat dakwaan, terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian dari Ditres Narkoba Polda Bali di kamar kosnya, Jalan Padang Kili, Padangsambian, Denpasar Barat, pada hari Selasa, 18 Agustus 2020 sekitar pukul 23.30 Wita. 

Baca juga: 30 Kumpulan Ucapan Selamat Hari Natal dalam Bahasa Inggris untuk Orang Spesial   

Baca juga: PSSI Akan Temui FIFA, Bahas Naturalisasi Sandy Walsh di Januari 2021

Baca juga: RESMI - Bhayangkara Solo FC Pecat Serdy Ephy Fano

Penangkapan terdakwa berawal dari adanya informasi masyarakat yang menyebutkan jika di seputaran Padangsambian kerap terjadi transaksi narkotik.

Berbekal informasi itu, petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan mengarah pada terdakwa.

Selanjutnya terdakwa berhasil diamankan di kosnya dan dilakukan penggeledahan. 

Baca juga: Gories Mere dan Karni Ilyas Diperiksa Penyidik Kejati NTT, Ini Penjelasan Kuasa Hukum Ahli Waris

Baca juga: Ini Angka-angka Keberuntungan yang Dimiliki Tiap Shio Hari Ini 5 Desember 2020

Hasilnya ditemukan 13 paket sabu seberat 24,20 gram netto dan 22 butir ekstasi dengan berat 8,47 gram netto.

Selain itu diamankan juga 6 bendel plastik klip kosong, 1 alat isap sabu (bong), 2 buah buku catatan, 1 buah pipa kaca, 1 timbangan digital dan barang bukti terkait lainnya. 

Saat diinterogasi, terdakwa mengaku semua narkotik itu diperoleh dari I Komang Alit Yudistira alias Boxer.

Terdakwa bertugas mengambil dan menempel narkotik itu sesuai perintah Komang Alit. Terdakwa mengaku mendapat upah Rp 50 ribu per sekali tempel dari Komang Alit. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved