KPU Bangli Bakar 1.266 Lembar Surat Suara

Sehari sebelum pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli melakukan pemusnahan surat suara

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Dibakar - Ribuan surat suara terkategori rusak dan cacat produksi dimusnahkan dengan cara dibakar. Selasa (8/12/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sehari sebelum pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli melakukan pemusnahan surat suara.

Seluruhnya dimusnahkan lantaran rusak ataupun cacat produksi. 

Pemusnahan surat suara dilakukan di halaman Kantor KPU Bangli, Bali, Selasa (8/12/2020), bersama jajaran Forkompinda Bangli.

Ketua KPU Bangli, I Putu Gede Pertama Pujawan mengungkapkan, pemusnahan surat suara hari ini sesuai dengan PKPU 8 Tahun 2020.

Baca juga: Identitas Mayat di Tukad Korea Terungkap, Penyebab Kematiannya Diduga Karena Hal Ini

Baca juga: Hadiri Gathering Kepariwisataan, Kadispar Bali Ajak Para Stakeholder Disiplin Terapkan Protokol CHSE

Baca juga: Lepas 973 Personel untuk Jaga TPS Pilkada 2020, Kapolres Badung Cek Kesiapannya Secara Langsung

Dengan adanya pemusnahan ini, imbuhnya, tidak ada lagi rasa curiga, bahwa surat suara itu ada yang keluar dan lain sebagainya.

"Seluruh surat suara yang sudah kita loading dan setting, jumlahnya sudah lengkap, sudah sesuai dengan kebutuhan, dan sudah di dalam kotak suara. Sedangkan kerusakan ini kita musnahkan seluruhnya. Jadi tidak ada lagi surat suara di luar dari yang sudah tersetting dan tersegel di masing-masing TPS," ujarnya.

Pujawan menyebutkan, total terdapat 1.266 lembar surat suara yang dimusnahkan.

Terdiri dari 1.242 lembar surat suara rusak, serta 24 lembar surat suara Pemungutan Surat Suara Ulang (PSU) yang terdiri dari 23 lembar surat suara rusak dan selembar surat suara lebih.

"Kategori rusak itu ada yang robek, ada juga yang warnanya tidak sesuai dengan dummy yang kita ajukan dan disepakati oleh kedua pasangan calon," ucapnya. 

Dilain sisi, Pujawan menambahkan, untuk distribusi logistik sampai saat ini sudah didistribusikan ke masing-masing desa.

Dan pada hari ini juga, dari PPS akan melakukan serah terima logistik di TPS kepada KPPS.

"Jadi dipastikan H-1, seluruh logistik sudah diterima KPPS. Masalah pergeseran, nanti disana ada aspek-aspek keamanan yang menjadi pertimbangan dari masing-masing KPPS dan PPS," tandasnya. (*).

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved