Breaking News:

Protokol Kesehatan Berbasis CHSE, Upaya Bersama untuk Menuju Pariwisata Berkualitas di Badung

Gathering Kepariwisataan bertajuk Implementasi Protokol Kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) Menuju Pariwisata Kabupaten Badung

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kegiatan gathering kepariwisataan implementasi protokol berbasis CHSE di The Trans Resort Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Gathering Kepariwisataan bertajuk Implementasi Protokol Kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) Menuju Pariwisata Kabupaten Badung Berkualitas memasuki sesi ke-5 dalam penyelenggaraannya.

Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Badung kali ini diadakan di wilayah Kecamatan Kuta Utara, pada hari Selasa (15/12/2020) di The Trans Resort Bali.

Kegiatan gathering digelar secara hybrid (offline dan online) dihadiri sejumlah stakeholder pariwisata Kecamatan Kuta.

Pada gathering kepariwisataan ini menghadirkan pembicara Ir. I Putu Astawa, M.MA selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Cokorda Raka Darmawan, SH., M.Si selaku Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Sang Nyoman Sutena, SH. selaku Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstuksi BPBD Kabupaten Badung.

Baca juga: Swela Nekat Curi Emas Orangtua Pacarnya, Mengaku untuk Biaya Pengobatan hingga Pengabenan Sang Ayah

Baca juga: Tindaklanjuti SE Gubernur Bali, Pemkab Badung Pastikan Tak Ada Perayaan Pesta Tahun Baru

Baca juga: Ini 5 Tips Menikmati Masa Jomblo Tanpa Takut Merasa Kesepian, Apa Saja Itu?

Hadir juga I Ketut Jaman SS., M.Si selaku Tim Ahli Pembangunan Provinsi Bali Bidang Pariwisata, I G Agung Ngurah Rai Suryawijaya SE., MBA selaku Ketua PHRI Kabupaten Badung dan Rizki Ernadi Wimanda selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.

Masing-masing narasumber memaparkan materi dibagi kedalam dua sesi, selesai pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab baik pertanyaan yang diajukan peserta offline tetapi juga peserta online.

Protokol kesehatan berbasis CHSE ini sekarang sudah memasuki tahap audit dalam pelaksanaannya, artinya sosialisasi dan implementasinya butuh penguatan secara terus menerus.

Dan akhirnya harus masuk ke ranah monitoring dan evaluation atau monev sehingga nanti tidak berhenti ketika protokol kesehatan berbasis CHSE ini sudah dilaksanakan dan diaudit.

"Tetapi memang ini (protokol kesehatan CHSE) harus menjadi budaya baru di era adaptasi kebiasaan baru," ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved