PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Lakukan Transformasi Human Kapital
Implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG), tidak akan berjalan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal apabi
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG), tidak akan berjalan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal apabila hanya dituangkan dalam aturan maupun tatanan.
Diperlukan langkah lebih dalam, yaitu dengan membudayakan dan membumikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik tersebut ke dalam kegiatan korporasi sehari-hari, dan dilakukan oleh segenap sumber daya manusia yang ada.
Untuk itu, Transformasi Human Capital untuk membentuk SDM yang berkompentensi dan berakhlak sangat penting untuk implementasi serta membudayakan prinsip Good Corporate Governance.
Baca juga: Diberikan Gratis, Ini profil 6 Vaksin Covid-19 yang Akan Digunakan di Indonesia
Baca juga: Antisipasi Kebutuhan Masyarakat, RSUD Klungkung Siapkan Tes Rapid Antigen
Baca juga: Denpasar Kembali Raih Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi Publik untuk yang Keempat Kalinya
Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi ketika memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia pada tanggal 11 Desember 2020 lalu.
Terkait membudayakan prinsip GCG, Mas Achmad Daniri, Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) mengatakan bahwa membudayakan prinsip GCG dimulai dengan membiasakan perbuatan baik dan benar atau boleh dan tidak boleh sesuai prinsip GCG, sebagai kegiatan keseharian semua SDM termasuk pimpinan perusahaan yang harus menjadi teladan (tone at the top).
Baca juga: SSB Putra Jengala Tawarkan Sensasi Latihan di Monkey Forest Ubud, Dibuka Mulai Januari 2021
Baca juga: 300 Tanaman Hias Dijadikan Pohon Natal di Duta Orchid Garden, Nilainya Capai Rp 50 Juta
Baca juga: Libur Nataru 2020, Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diperkirakan Turun 80 Persen
"Jadi, prinsip GCG harus terlebih dahulu menjadi komitmen semua SDM di perusahaan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara pertama, prinsip GCG harus dimasukkan dalam Kode Etik dan Perilaku. Kedua, perlu edukasi dan sosialisasi secara masif dan berkala terhadap stakeholder internal dan eksternal melalui Focus Group Discussion yang membahas studi kasus dalam proses kerja di masing-masing unit organisasi."
"Sampai akhirnya pemahaman dan pelaksanaan prinsip GCG dalam proses bisnis di masing-masing unit organisasi menjadi terbiasa."
Baca juga: Kasus Laka di By Pass Ngurah Rai, Pengemudi Selamat Setelah Mobil Tabrak Pohon dan Terbakar
Baca juga: Zona Risiko Sedang, Satgas Klungkung Kembali Gencarkan Sidak Prokes
"Ketiga, semua komitmen ini harus dijaga dan dirawat melalui kebijakan, peraturan, struktur, SOP, sistem dan perilaku semua SDM di perusahaan. Bagi stakeholder yang tidak terjangkau dengan kebijakan dan peraturan perusahaan perlu didekati dengan program CSR melalui pendekatan Creating Shared Value," ujarnya.
Menurutnya, implementasi kebijakan dan peraturan perusahaan tentu saja perlu dijaga dan dirawat secara konsisten melalui sistem yang dibangun seperti melalui Three Lines of Model (3LOD), Perlindungan Pelapor (WBS), Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP ISO 37001), dan GRC Terintegrasi.
Selanjutnya Fajar Wibhiyadi mengatakan bahwa tantangan bagi korporasi yang sebenarnya adalah bagaimana membumikan prinsip-prinsip GCG.
" Untuk itu, Sumber Daya Manusia dituntut tidak sekedar memahami prinsip-prinsip GCG, tapi juga harus mampu menjalankan. Selanjutnya yang menjadi tantangan bagi korporasi adalah membumikan dan membudayakan prinsip-prinsip GCG dalam kegiatan bisnis."
"Terkait penyiapan sumber daya manusia, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) telah melakukan proses transformasi human capital sejak beberapa tahun yang lalu."
"Proses Transformasi human capital ini merupakan bagian dari sebuah proses transformasi korporasi yang dilakukan KBI, dalam upaya menjadi perusahaan yang lincah dalam menghadapai era VUCA dan disrupsi," jelas Fajar Wibhiyadi.
Ia juga menambahkan, untuk mendapatkan sumber daya manusia yang mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG, serta membudayakan dalam kegiatan operasional sehari-hari, tidak hanya dibutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, tapi juga memiliki akhlak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/direktur-utama-pt-kliring-berjangka-indonesia-persero-fajar-wibhiyadi.jpg)