Virus Corona
Raja Swedia Akui Negaranya Telah Gagal Menangani Pandemi Covid-19
negaranya telah gagal dalam penanganan virus corona baru, sehingga muncul kritik tajam terhadap kebijakan pandemi menyusul angka kematian akibat Covid
TRIBUN-BALI.COM - Raja Swedia mengatakan negaranya telah gagal dalam penanganan virus corona baru (Covid-19), sehingga muncul kritik tajam terhadap kebijakan penanganan pandemi menyusul angka kematian akibat Covid-19 yang tinggi.
Raja Carl XVI Gustaf, yang putra dan menantunya dinyatakan positif Covid-19 bulan lalu, menggunakan acara TV Natal tahunan kerajaan khusus untuk menyoroti dampak yang semakin besar dari pandemi virus corona.
Ini merupakan intervensi langka dari Raja Swedia yang tugasnya sebagian besar bersifat seremonial.
Swedia telah menonjol dari sebagian besar negara di dunia dengan menghindari penguncian dan kewajiban menggunakan masker, lalu membiarkan sekolah, restoran, serta bisnis sebagian besar tetap buka.
Baca juga: Momen Haru Saat Anies Baswedan Dijenguk Istri & Anak-anaknya, Saling Melihat dari Balik Jendela
Baca juga: KPK Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Kasus Suap Dana Bansos Covid-19
Baca juga: Lomba Mesatua, Rangkaian Acara Pabligbagan Basa Bali oleh Penyuluh Bahasa Bali
Negara Nordik ini mengandalkan terutama pada jarak sosial sukarela dan rekomendasi kebersihan untuk memperlambat penyebaran virus corona.
"Saya yakin, kami telah gagal," kata Raja Swedia dalam kutipan dari program yang disiarkan oleh SVT pada Rabu (17/12/2020), seperti dilansir Reuters.
"Kami telah mengalami banyak kematian dan itu mengerikan.
Itu adalah sesuatu yang membuat kami semua menderita," ujarnya.
Swedia telah mencatat lebih dari 7.800 kematian akibat virus corona, tingkat per kapita yang jauh lebih tinggi dari negara tetangganya di Nordik tetapi lebih rendah dibanding di Inggris, Italia, Spanyol, atau Prancis.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-raja-swedia-carl-xvi-gustaf-melambai-setelah-mengunjungi-museum.jpg)