Virus Corona

Soroti Kasus Covid-19 di Inggris, WHO Ungkap Belum Ada Bukti Virus Varian Baru Mematikan

WHO mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempelajari varian virus corona yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Editor: Ady Sucipto
Shutterstock/Alexandros Michailidis
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus 

Ia menilai kondisi itu bisa mempengaruhi penanggulangan pandemi.

"Adanya mutasi dalam situasi wabah virus ini adalah situasi yang lazim. Namun juga harus dicermati," ujar Dicky.

Dicky menuturkan mutasi virus corona membuktikan bahwa kehadiran vaksin bukan menjadi jaminan atau kunci pandemi Covid-19 selesai.

Dia melihat virus corona SARS-CoV-2 seperti virus influenza yang vaksinnya terus diperbarui karena terus mengalami mutasi.

Terkait dengan kondisi itu, Dicky mengingatkan semua pihak menganut skenario terburuk.

Misalnya, dia menyebut pelaksanaaan strategi dasar 3M dan 3T harus terus dilakukan hingga keluar dari pandemi.

Dicky menambahkan pandemi Covid-19 masih akan berlangsung lama. Dia meminta semua pihak tidak mengabaikan 3M dan 3T.

Dia juga berkata vaksin adalah bagian dari salah satu solusi mengatasi pandemi.

Lebih dari itu, dia mengingatkan mutasi virus corona SARS-CoV-2 yang mengalami mutasi bisa masuk ke Indonesia.

Oleh karena itu, kehati-hatian sangat diperlukan. Misalnya, lanjut dia menerapkan 3M dan 3T.

Kemudian menjaga perbatasan hingga membaca informasi dari ahli dan media yang bisa dipercaya.

"Panik berlebih juga tidak boleh. Kita waspada bukan berarti panik," ujar Dicky.(tribun network/ras/fit/dod)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO: Tak Ada Bukti Varian Baru Virus Corona Lebih Mematikan",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved