Corona

Update Corona di Inggris, Pembatasan Perjalanan dengan Afrika Selatan Telah Diberlakukan

Sumber varian baru virus corona yang menginfeksi dua orang di Inggris telah dideteksi. Pembatasan perjalanan dengan Afrika Selatan telah diberlakukan.

Pixabay
Ilustrasi covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM Sumber varian baru virus corona yang menginfeksi dua orang di Inggris telah dideteksi.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Matt Hancock.

Disebutkan, dua orang yang terinfeksi varian baru virus corona di London dan Inggris Barat Laut,  sebelumnya telah melakukan perjalanan ke Afrika Selatan, tempat varian baru virus corona itu ditemukan.

Saat ini, pembatasan perjalanan dengan Afrika Selatan telah diberlakukan.

Bagi siapapun yang melakukan perjalanan ke sana dalam 2 pekan dan siapa pun yang pernah mereka kontak, akan segera dikarantina, seperti yang dilansir dari BBC pada Kamis (24/12/2020).

Baca juga: Terkait Mutasi Virus Covid-19 di Inggris, Indonesia Diminta agar Tetap Waspada

Baca juga: Varian Baru Virus Corona yang Mengganas di Inggris Sudah Masuk Singapura Melalui Seorang Pelajar

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Tak Terkendali di Inggris, Indonesia Terbitkan Edaran Keluar Masuk Negara

Varian baru virus corona tersebut telah menyebabkan kekhawatiran yang meningkat di Afrika Selatan, di mana Menteri Kesehatan, Zweli Mkhize memperingatkan bahwa "anak muda, yang sebelumnya sehat, sekarang menjadi sangat sakit."

Mkhize mengatakan negaranya "tidak dapat melalui seperti saat kita melalui hari-hari awal pandemi AIDS."

Para ilmuwan di Afrika Selatan mengatakan bahwa varian baru virus corona "menyebar dengan cepat" dan menjadi bentuk virus yang mendominasi sebagaian negaranya.

Varian baru virus baru itu masih dianalisis, tetapi datanya konsisten dengan penyebarannya lebih cepat.

 Itu terdeteksi untuk pertama kalinya di Inggris pada Selasa (22/12/2020).

Varian baru virus corona ini memiliki beberapa kesamaan dengan yang telah terdeteksi di Inggris, meskipun mereka berevolusi secara terpisah.

Keduanya memiliki mutasi, disebut N501Y, yang merupakan bagian penting dari virus corona yang digunakannya untuk menginfeksi sel tubuh.

Prof Neil Ferguson, dari Imperial College London, berkata, "Saya pikir perhatian terbesar kami saat ini adalah masalah Afrika Selatan."

"Pasti ada laporan anekdot tentang wabah eksplosif untuk virus itu dan peningkatan yang sangat tajam dalam jumlah kasus," kata Ferguson.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved