Serba Serbi
Kerikan Gangsa Hingga Reratusan, Kenali Ciri Kena 3 Cetik Ini dan Cara Mengobatinya
Tiga jenis cetik antara lain Cetik Kerikan Gangsa, Cetik Crongcong Polo, dan Cetik Reratusan contohnya.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Cetik digunakan sebagai sarana oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk menyakiti orang lain, dan ini patut diwaspadai.
Tiga jenis cetik antara lain Cetik Kerikan Gangsa, Cetik Crongcong Polo, dan Cetik Reratusan contohnya.
Seperti apa ciri kena cetik ini, dan apakah bisa diobati? Berikut pembahasannya.
Cetik Kerikan Gangsa
Baca juga: Ngereh, Tahapan Berubah Wujud Leak, Ketahui Juga Sarana Penangkeb hingga Cetik
Baca juga: Tolak Cetik dan Bala, Tumbuhan Uli Dipercaya Miliki Khasiat Khusus
Baca juga: Cetik Crongcong Polo Bikin Sakit Kepala, Ini Obatnya
Cetik kerikan gangsa dibuat dengan kerikan perunggu.
Dalam buku Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada Pengobatan Tradisional Bali, yang disusun oleh I Ketut Suwidja, halaman 79 dikatakan ciri-ciri orang terkena cetik kerikan gangsa yaitu sakit kuning pada mata.
Selain itu, bulu-bulu melengkung, dan lama kelamaan menjadi batuk darah.
Adapun obat yang digunakan yaitu putih telur matang karena direbus, rumput lepas, temutis (Curcuma Purpurancens Bl. Zingiberaceae), jeruk, yang dijadikan loloh lalu diminum.
Selain itu, dalam buku Jejak Bhairawa di Pulau Bali karangan Jiwa Atmaja pada halaman 80 dituliskan, cetik kerikan gangsa yang dicampur dengan tabu (waluh) memiliki gejala tenaga penderita sangat lemah atau disebut dengan sakit anglayung.
"Bahan-bahan obatnya adalah kunir yang tua, kapur bubuk, ditumbuk, diperas, dan disaring halus lalu diminun," tulis Jiwa Atmaja dalam bukunya.
Selain obat minum, dilengkapi juga dengan obat sembur (simbuh) dengan bahan-bahan ketela, gamongan, dan garam.
Cerik Crongcong Polo
Dalam buku Leak Ngamah Leak karya I Wayan Yendra (Mangku Alit Pakandelan) dikatakan bahwa cetik biasanya dibuat dari bahan tunggal atau bahan campuran (ramuan).
Salah satu cetik yang dibuat dari ramuan adalah Cetik Crongcong Polo.
Menurut Jiwa Atmaja dalam bukunya Jejak Bhairawa di Pulau Bali, Cetik Crongcong Polo ini merupakan cetik yang paling menakutkan dan dipersepsikan sebagai racun yang paling menyakitkan dan berbahaya.
Baca juga: Ngereh, Tahapan Berubah Wujud Leak, Ketahui Juga Sarana Penangkeb hingga Cetik