Corona di Bali

Jelang Tahun Baru, Pemprov Bali Berlakukan Jam Malam Mulai Hari Ini Hingga 2 Januari 2021

Menjelang pergantian Tahun Baru 2021, pemerintah Provinsi Bali memberlakukan jam malam. 

Editor: Ady Sucipto
Dokumentasi Pemprov Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster mengikuti acara public launching kendaraan bermotor listrik berbasis baterai via daring dengan pemerintah pusat dari rumah jabatannya, Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (17/12/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjelang pergantian Tahun Baru 2021, pemerintah Provinsi Bali memberlakukan jam malam. 

Keputusan pemberlakuan jam malam mulai berlaku dari hari ini hingga 2 Januari 2021 mendatang. 

Kebijakan pemberlakuan jam malam ini tertera pada Surat Edaran No 880/SatgasCovid/XII/2020 yang dikeluarkan pada Rabu (30/12/2020).

"Mohon bupati/wali kota se-Bali untuk melalukan pengendalian aktivitas masyarakat melalui pembatasan jam malam maksimal pukul 23.00 Wita," tulis Gubernur Bali Wayan Koster dalam surat tersebut.

Baca juga: Liburan Tahun Baru, Koster Batasi Aktivitas Masyarakat Sampai Jam 11 Malam Selama Empat Hari

Baca juga: Pemkab Buleleng Siapkan Anggaran BTT Rp 5 Miliar, Termasuk untuk Operasional Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Jelang Tahun Baru 2021, Permintaan Arak di Tri Eka Buana Karangasem Menurun Hingga 50 Persen

Dalam SE tersebut, Polisi dan TNI diminta membantu pemerintah daerah ikut dalam pengawasan dan penindakan jam malam Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penangana (GTPP) Covid-19 Bali Made Rentin mengatakan, jam malam diterapkan karena kerumunan masyarakat kerap terjadi malam hari.

Sehingga untuk menghindari dan mengurangi kerumunan maka dilakukan pembatasan kegiatan sampai pukul 23.00 Wita.

"Tim Gabungan Penegakan Prokes yang bertugas selama ini, mengevaluasi justru kerumunan masyarakat terjadi di malam hari," katanya saat dihubungi, Rabu malam.

Dia mengatakan, pembatasan ini juga untuk mengendalikan kasus Covid-19.

Baca juga: Tahun 2021, Gubernur Koster Dorong Penggunaan Panel Surya dan Motor Listrik di Bali

Baca juga: Update Covid-19 di Bali, Positif: 157 Orang, Sembuh: 107 Orang dan Meninggal: 9 Orang

Baca juga: Mantan Ketua LPD Kalianget Buleleng Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

Menurut Rentin, setiap libur panjang selalu terjadi kenaikan kasus Covid-19 di Bali.

"Begitu ketat saja dilakukan pembatasan masih juga terjadi kasus bahkan meningkat, apalagi kalau dilonggarkan," kata dia.

Secara kumulatif sebanyak 17.566 kasus positif Covid-19 di Bali. Rinciannya, sembuh 16.041 orang (91,32 persen), meninggal dunia 519 orang (2,95 persen), kasus aktif menjadi 1.006 orang (5,73 persen).

Penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali hari ini sebanyak 157 orang. Kemudian, pasien sembuh bertambah sebanyak 107 orang dan 9 orang meninggal dunia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bali Terapkan Jam Malam Menjelang Pergantian Tahun Selama 4 Hari",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved