Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Awal Tahun, Kunjungan Wisatawan di Objek Wisata Sangeh Tembus 1.000 Orang Per Hari

Kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Alas Pala, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal mulai meningkat.

Tayang:
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Situasi Objek Wisata Alas Pala Sangeh yang mulai dikunjungi wisatawan pada tahun baru ini Jumat (1/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Alas Pala, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal mulai meningkat.

Setelah 9 bulan melewati pandemi Covid-19, objek wisata dengan suguhan keranya itu pun ramai pada Jumat (1/1/2020). 

Terlihat kunjungan hanya dipadati wisatawan domestik.

Namun sudah dirasa meningkat dari awal adanya pandemi Covid-19 ini. 

Baca juga: Patung Garuda dan Ribuan Struktur Karang Kini Hiasi Bawah Laut Bali

Baca juga: Update Penanggulangan Covid-19 di Bali, Positif: 101 Orang, Sembuh: 93 Orang dan Meninggal: 1 Orang

Baca juga: Hari Pertama 2021, 2011 Kendaraan Masuk Bali, 1255 Kendaraan Keluar Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk

Pada momen tahun baru kali ini kunjungan menembus di angka seribu lebih dalam sehari.

Pengelola Objek Wisata Sangeh, I Made Mohon mengatakan kunjungan mulai sedikit meningkat pada perayaan Natal dan Tahun Baru ini.

Pihaknya mengaku pada momen Natal dan Tahun baru bisanya banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

"Hari ini  lumayan ramai, meski hujan. Sampai sore sekarang total pengunjung dewasa domestik 1.497 orang, dan anak-anak 209 orang," tambahnya.

Baca juga: Proyek Terminal Tipe A Mengwi Rampung, Penumpang Bisa Nikmati Fasilitas Seperti Bandara Ngurah Rai

Baca juga: Nahkoda KM Asia Persada Sakit di Tengah Laut, Tim SAR Lakukan Medevac

Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di Kawasan The Nusa Dua Libur Nataru Mencapai di Atas 30 persen

Berdasarkan data kunjungan dalam setahun terakhir (tahun 2020), kunjungan di Objek Wisata Sangeh memang menurun sejak bulan Maret 2020.

Pada bulan Januari dan Februari 2020, kunjungan terlihat masih normal.

Bulan Januari 2020 kunjungan mencapai 13.969 orang, dan bulan Februari 2020 sebanyak 12.601 kunjungan. 

Namun memasuki bulan Maret 2020, jumlah kunjungan hanya setengah dari jumlah normal, yakni 6.224 orang.

Sebagai informasi, pada pertengahan bulan Maret 2020, pemerintah memberlakukan kebijakan belajar, bekerja dan beribadah dari rumah.

Baca juga: Tahun Baru, Kawasan Wisata Bedugul Dilanda Hujan Deras dan Kabut

Baca juga: Terpengaruh Miras Saat Malam Pergantian Tahun Baru 2021, Warga Ini Terlibat Keributan di Klungkung

"Kalau hari biasa, biasanya lebih dari 1.000 namun saat pandemi ini turun. Belum lagi momen-momen tertentu, peningkatan sangat terasa," kata Mohon

Mohon mengaku Objek Wisata Sangeh pun sempat ditutup total karena pandemi Covid-19.

Alhasil, Mulai April hingga Juli 2020, tidak ada kunjungan sama sekali.

Kunjungan sempat menggeliat pada Bulan Agustus sebanyak 3.428 kunjungan, namun mulai bulan September angka kasus positif Covid-19 mulai tinggi.

Baca juga: Mayat Wanita di Tegalan Diduga Nenek Rampin yang Hilang, Keluarga Kenali dari Kamennya

Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Pemuda Tenggelam di Sungai Yeh Mekecit Jembrana, Hingga Kini Masih Pencarian

Tercatat dalam laporan jumlah pengunjung, mulai September hingga November 2020 tidak berisi angka kunjungan.

Kendati demikian pihaknya mengaku pada pertengahan Desember, kunjungan mulai terlihat kurang lebih sekitar 100 orang per hari. 

"Sebelum itu, sepi. Paling hari Sabtu-Minggu, hari raya, dan momen tahun baru saja yang ramai sekarang," ungkapnya.

Diakui, momen tahun baru kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kunjungan tak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, pihak pengelola juga tidak mengadakan pedagang musiman untuk berjualan menghiasi jalan menuju Objek wisata Sangeh. 

"Biasanya pedagang musiman ini digunakan meramaikan momen tahun baru, sehingga pengunjung usai berkeliling bisa langsung menyantap makanan ataupun berbelanja kerajinan tangan di sekitar Objek Wisata Sangeh," bebernya

Pemberhentian pedagang musiman kata Mohon sudah sesuai hasil dari rapat banjar, termasuk bukanya tempat objek wisata.

"Sementara saat ini kami tidak berharap banyak karena ini adalah situasi dunia. Kami hanya berharap situasi ini bisa segera normal, dan tahun 2021 kunjungan mulai menggeliat," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved