Berita Klungkung
Pedagang Pasar Senggol Kembali Dilarang Tinggalkan Gerobak di Sub Terminal Semarapura
Semenjak pandemi Covid-19, para pedagang kembali meninggalkan gerobak dan meja lapak mereka di Sub Terminal Kota Semarapura.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Semenjak pandemi Covid-19, para pedagang kembali meninggalkan gerobak dan meja lapak mereka di Sub Terminal Kota Semarapura.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menilai, hal ini membuat area parkir City Tour Semarapura itu kembali tampak kumuh.
Sebelum masa pandemi, Sub Terminal Semarapura pada pagi hari harus dimanfaatkan sebagai area parkir untuk konsep City Tour Semarapura.
Sementara saat sore hingga malam, dimanfaatkan sebagai pasar senggol/pasar malam.
Baca juga: Warga Temukan Tulang Diduga Tulang Manusia di Hutan Lindung Kecamatan Pupuan Tabanan
Baca juga: Keributan Saat Malam Pergantian Tahun di Klungkung, Kadek G Ambil Celurit Kira Sepupunya Dikeroyok
Baca juga: Ratusan Warga Berkumpul di TKP Dua Remaja Tenggelam di Jembrana
Namun semenjak pandemi, para pedagang meninggalkan gerobak dan meja lapak mereka di Sub Terminal.
Ini karena jam operasional para pedagang, pada awal masa pandemi sempat dibatasi dari pukul 3 sore, sampai 8 malam.
Sehingga pedagang memilih menaruh gerobak dan meja lapak mereka di Sub Terminal, agar tidak banyak menghabiskan waktu mengangkutnya dari rumah.
Baca juga: Tahun Baru, Kawasan Wisata Bedugul Dilanda Hujan Deras dan Kabut
Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Pemuda Tenggelam di Sungai Yeh Mekecit Jembrana, Hingga Kini Masih Pencarian
Baca juga: Diduga Akibat Percikan Kembang Api, Bale Panjang di Pura Puseh Desa Pakraman Denpasar Terbakar
" Nanti tidak boleh lagi para pedagang meninggalkan gerobak dagangannya di sini (Sub Terminal Semarapura). Begitu selesai berdagang, lokasi ini harus bersih. Kalau seperti sekarang ini, jadi terkesan kumuh,"ungkap Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Jumat (1/1/2020).
Menurutnya, area Sub Terminal itu pada pagi harinya harus kembali dimanfaatkan menjadi parkir.
Sementara sore hari hingga malam, barulah dimanfaatkan sebagai pasar senggol.
Baca juga: Buka Sampai Larut Malam, Kapolres Badung Tutup Mini Market di Petitenget
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Sesetan Denpasar, Pemuda Asal Bekasi Tewas Tabrak Truk DLHK
Saat pasar senggol sudah tutup, pedagang kembali akan diwajibkan membawa gerobak atau meja lapak mereka. Sehingga sub terminal akan tampak lebih bersih dan rapi, serta bisa dimanfaatkan sebagai kantong parkir.
" Nanti kami akan sosialisasikan lagi ke pedagang terkait hal ini," jelas Suwirta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-klungkung-i-nyoman-suwirta-saat-melalukan-tinjauan-ke-area-sub-terminal-semarapura.jpg)