Berita Klungkung

Tembus hingga Rp 80 Ribu per Kilogram, Ini Penyebab Harga Cabai Meroket di Klungkung

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Klungkung I Nyoman Sutanta menjelaskan, peningkatan harga cabai dipicu oleh menurunnya produksi

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Salah satu pengepul cabai di Klungkung. Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram, Ini Penyebab Harga Cabai Meroket di Klungkung 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Harga komoditi cabai di Klungkung terus meroket.

Bahkan harga cabai rawit merah, Minggu (3/1/2021) mencapai Rp 80 ribu perkilonya.

Hal ini disebabkan banyaknya cabai petani yang busuk karena hujan, serta minimnya pasokan cabai dari luar daerah.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Klungkung I Nyoman Sutanta menjelaskan, peningkatan harga cabai dipicu oleh menurunnya produksi ditingkat petani akibat musim penghujan, sehingga banyak buah cabai yang rontok dan busuk.

Baca juga: Harga Cabai Meroket, Pedagang di Klungkung Siasati dengan Campur Cabai Merah dan Hijau

"Disamping itu  pasokan dari luar pulau terutama dari Lombok dan Pulau Jawa juga sangat terbatas," ujar Susanta.

Selain komoditi cabai merah, sayur-mayur juga mengalami kebaikan sekitar 20 sampai 30 persen.

Kenaikan harga komoditi cabai di Klungkung, sebenarnya sudah mulai terjadi sejak akhir tahun lalu.

Berdasarkan pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah Klungkung, Sejak Minggu (27/12/2020) lalu, harga cabai rawit merah sudah berkisar Rp. 42.000,- per Kilogram, lalu Senin (28/12/2020) menjadi Rp. 56.000,-/kg.

Bahkan Minggu (3/1/2021) harga komoditi cabai merah di Klungkung sudah mencapai Rp 80 ribu per kilogramnya.

Jika harga normal sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram.

Campur Cabai Merah dan Hijau

Dengan harga cabai rawit merah mencapai Rp 80 ribu per kilonya, para pedagang atau pengepul cabai harus mensiasati dagangannya agar dapat dijangkau pembeli.

" Dengan harga cabai rawit merah seperti saat ini, warga sangat sulit menjangkaunya.

Terpaksa kami jualnya campur yang cabai merah dan hijau," ungkap seorang pedagang cabai di Klungkung Dewa Ayu Suniartini, Minggu (3/1/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved