Berita Tabanan
Kasus DBD di Tabanan Meningkat Hampir 100 Persen pada 2020, Masyarakat Diminta Tingkatkan PSN
Kasus Demam Berdarah Denque (DBD) di Kabupaten Tabanan di tahun 2020 menujukan peningkatan hampir 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan di tahun 2020 menujukan peningkatan hampir 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penyebabnya diduga karena masyarakat cenderung mulai kendor menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yakni 3M (mengurus, menutup, dan mengubur) terbukti dengan hasil monitoring lapangan terkait angka bebas jentik yang menurun.
Sehingga di tahun ini masyarakat diharapkan lebih gencar kembali melaksanakan PSN tersebut.
Menurut sata yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Tabanan, kasus DBD tahun 2020 meningkat jauh sebanyak 340 kasus dibandingkan kasus di tahun 2019 hanya 172 kasus.
Baca juga: Cegah Kasus Demam Berdarah, Wabup Buleleng Imbau Setiap Keluarga Miliki Jumantik
Rincian kasus di tahun 2020 adalah Januari tercatat 18 kasus, Peberuari tercatat 56 kasus, Maret tercatat 84 kasus, April sebanyak 53 kasus, Mei tercatat 67 kasus, Juni tercatat 47 kasus, Juli tercatat 7 kasus, Agustus tercatat 5 kasus, September tercatat 2 kasus.
Sementara untuk bulan Oktober disebutkan tidak ada kasus tercatat, dan di bulan Nopember ada 1 kasus, terakhir Desember nihil kasus tercatat.
"Ada peningkatan jika dikalkulasikan dalal setahun.
Namun untuk bulan Oktober dan Desember 2020 tercatat tidak ada kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika, Rabu (6/1/2021).
Dia melanjutkan, meningkatnya kasus DBD di tahun 2020 dibandingkan sebelumnya juga bisa disebabkan oleh penurunan angka bebas jentik.
Angka bebas jentik (ABJ) di tahun 2020 sendiri juga sudah melaksanakan pemeriksaan di ribuan rumah warga.
Dari pemeriksaan ABJ tahun 2020 masih lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2019 lalu.
"Bisa dikatakan menurunnya ABJ ada indikasi masyarakat mulai kendor untuk melakukan PSN.
Padahal PSN adalah kunci dari pemberantasan DBD. Selain musim hujan juga menjadi salah satu penyebabnya," jelasnya.
Sehingga dengan kondisi ini, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) adalah hal yang paling ampuh untuk menekan angka kasus DBD di Tabanan.
Baca juga: Kasus Demam Berdarah di Buleleng Tembus 3.290 Orang
PSN yang dimaksud adalah 3M yakni Menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali, Menutup rapat tempat penampungan air, Menguburkan atau memanfaatkan sampah yang bisa menampung air seperti kaleng, botol plastik dan gelas plastik.
"Selain tiga M itu juga ditambahkan dengan menaburkan bubuk abate di semua penampungan air yang sulit dibersihkan," tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/nyamuk-demam-berdarah_dwis.jpg)