Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilpres Amerika Serikat

Donald Trump Akhirnya Secara Terbuka Mengatakan Siap Meninggalkan Gedung Putih

Melansir CNN Kamis (7/1/2021), Presiden Donald Trump menjanjikan alih kekuasaan kepada Joe Biden secara damai.

Editor: DionDBPutra
JIM WATSON, Brendan Smialowski / AFP
Kombinasi gambar yang dibuat pada 22 Oktober 2020 ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump (kiri) dan kandidat Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden saat debat terakhir presiden di Belmont University di Nashville, Tennessee. 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat ( AS ) Donald Trump akhirnya secara terbuka mengatakan siap meninggalkan Gedung Putih tanggal 20 Januari 2021.

Melansir CNN Kamis (7/1/2021), Presiden Donald Trump menjanjikan alih kekuasaan kepada Joe Biden secara damai.

Kongres Amerika Serikat sudah menegaskan kemenangan Electoral College bagi Presiden AS terpilih Joe Biden.

Baca juga: Massa Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol, Seorang Wanita Tewas Tertembak, Trump Makin Dikecam

Baca juga: Pemimpin Partai Republik Kesal dan Meminta Segera Berhentikan Donald Trump

Baca juga: Joe Biden dan Timnya Tak Menanggapi Upaya Donald Trump Membatalkan Hasil Pilpres AS

“Meskipun saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilu, dan fakta menunjukkan kepada saya, tetapi akan ada transisi yang tertib pada 20 Januari,” kata Donal Trump.

Dia masih saja mengulangi klaim palsu yang dia buat selama dua bulan belakangan pascapelimu 3 November 2020.

“Saya selalu mengatakan kami akan melanjutkan perjuangan kami untuk memastikan bahwa hanya suara sah yang dihitung. Meskipun ini merupakan akhir dari masa jabatan pertama terbesar dalam sejarah kepresidenan, ini hanya awal dari perjuangan kami untuk Membuat Amerika Hebat Lagi.”

Donald Trump yang enggan mengakui hasil Pilpres Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021), diduga menyemangati para pendukungnya untuk menyerbu Gedung Capitol AS.

Massa pendukung Donald Trump berusaha menghentikan anggota parlemen menghitung suara elektoral.

Menurut keterangan pihak kepolisian, kerusuhan itu menewaskan empat orang, seorang wanita ditembak dan tiga lainnya dalam kondisi darurat medis.

Beberapa orang di Kabinet Donald Trump mengadakan pembicaraan awal tentang menerapkan Amandemen ke-25, untuk mencopotnya dari jabatannya, menurut seorang pejabat sumber politisi Partai Republik.

Dikritik Empat Mantan Presiden

Sebanyak empat mantan presiden Amerika Serikat (AS) pada Rabu (6/1/2021), mengkritik Donald Trump atas kerusuhan Gedung Capitol.

Baca juga: Joe Biden Akan Tunjuk Kepala Kejaksaan California Menjadi Menteri Kesehatan

Baca juga: Gubernur Wisconsin Nyatakan Sah Kemenangan Joe Biden di Pilpres AS

Penyerbuan Capitol Hill atau penyerbuan Gedung Capitol ini membuat anggota parlemen harus mengamankan diri, dan seorang pedemo wanita tewas ditembak.

Massa pendukung Donald Trump menentang sertifikasi Joe Biden yang sedang berlangsung di Kongres, guna mengonfirmasi kemenangannya di pilpres AS.

George W Bush menyebut Trump yang merupakan sesama anggota Partai Republik telah mengobarkan pemberontakan, dan menyamakan situasi ini dengan "Banana Republic".

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved