Pilpres Amerika Serikat
Pemimpin Partai Republik Kesal dan Meminta Segera Berhentikan Donald Trump
Kemarahan itu mencuat setelah pengunjuk rasa pro-Trump menyerbu Gedung Capitol Amerika Serikat ( AS), a Rabu (6/1/2021) waktu setempat.
TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON - Para pemimpin Partai Republik kesal dan meminta segera memberhentikan Presiden Donald Trump dari jabatannya.
Kemarahan itu mencuat setelah pengunjuk rasa pro-Trump menyerbu Gedung Capitol Amerika Serikat ( AS), a Rabu (6/1/2021) waktu setempat.
Menurut laporan CNN, empat pemimpin Partai Republik menyerukan agar Amandemen ke-25 dicabut, dan dua orang lainnya mengatakan Presiden Donald Trump dimakzulkan sebelum 20 Januari 2021.
"Dia harus diberhentikan dan disingkirkan," kata seorang pejabat terpilih dari Partai Republik, partai asal Donald Trump.
Baca juga: Massa Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol, Seorang Wanita Tewas Tertembak, Trump Makin Dikecam
Baca juga: Joe Biden dan Timnya Tak Menanggapi Upaya Donald Trump Membatalkan Hasil Pilpres AS
Baca juga: Presiden Donald Trump Diusir Tetangganya di Mar-a-Lago, Palm Beach
Mantan pejabat senior AS melukiskan tindakan Presiden Donald Trump mengerahkan massa ke Gedung Capitol mengerikan.
Tindakan tersebut sudah cukup untuk menjadi dasar untuk menyingkirkannya dari Gedung Putih meski untuk waktu yang singkat dalam masa jabatannya.
"Saya pikir ini sangat mengejutkan bagi sistem," kata mantan pejabat itu. "Bagaimana Anda menahannya selama dua minggu setelah ini?"
Dengan keputusan memakzulkan dan memberhentikan Trump, bahkan pada tahap akhir masa jabatannya, Senat AS dapat memberikan suara untuk mendiskualifikasi Trump agar tidak pernah memegang jabatan federal lagi.
Sementara itu menerapkan Amandemen ke-25 akan mengharuskan Wakil Presiden Mike Pence, dan mayoritas anggota Kabinet untuk memilih mencopot Donald Trump dari jabatannya.
Alasannya adalah ketidakmampuannya Donald Trump menjalankan kekuasaan dan tugas kantornya.
Langkah itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Amerika Serikat.
“Beberapa anggota kabinet tengah mengadakan diskusi awal tentang penerapan Amandemen ke-25,” kata sumber Partai Republikan kepada CNN.
Diskusi sedang berlangsung tetapi tidak jelas apakah akan ada cukup anggota kabinet untuk menjalankan proses pencopotan Donald Trump.
Pembicaraan telah berlangsung di Capitol Hill dan beberapa senator telah diberitahu tentang diskusi tersebut, kata sumber itu.
Dalam beberapa menit setelah para pengunjuk rasa menerobos Gedung Capitol pada Rabu sore waktu setempat, Partai Republik meninjau kembali gagasan untuk mencopot Trump dari jabatannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/massa-pendukung-donald-trump-menyerbu-kantor-kongres-as-capitol.jpg)