Breaking News:

Berita Bali

Gianyar, Tabanan, dan Klungkung Ikut PKM

3 daerah penyangga Kawasan Sarbagitaku, yaitu Kabupaten Gianyar, Tabanan, dan Klungkung akan mendukung pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
JAGA KETAT – Kawasan Monumen Puputan Klungkung di pusat Kota Semarapura, Klungkung, dijaga ketat Satpol PP Klungkung, Jumat (8/1/2021). Klungkung akan menerapkan PKM untuk mendukung pelaksanaan PSBB di Denpasar dan Badung - Gianyar, Tabanan, dan Klungkung Ikut PKM 

TRIBUN-BALI.COM - TIGA daerah penyangga Kawasan Sarbagitaku, yaitu Kabupaten Gianyar, Tabanan, dan Klungkung akan mendukung pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Denpasar dan Badung dengan menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Keputusan pelaksanaan PKM ini sesuai dengan hasil rapat pimpinan daerah bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Denpasar, Bali, Jumat (8/1/2021).

Rapat juga dihadiri Kapolda Bali dan Pangdam IX/Udayana.

Dalam rapat tersebut, Pemkot Denpasar meminta Gianyar yang menjadi daerah tetangga, supaya ikut mendukung arus lalu lintas warga masuk ke Denpasar melalui Gianyar.

Baca juga: Bahas PSBB hingga Vaksinasi, Kasdam IX/Udayana: Kita Tak Boleh Main-Main pada Periode 11-25 Januari 

Baca juga: Bupati Badung Siapkan Bantuan Uang Tunai, Diberikan kepada Warga Badung Selama PKM

Baca juga: Dukung Kebijakan PPKM, Pementasan Tari Kecak di Uluwatu Dihentikan Sementara 

Pemkab Gianyar menyanggupi permintaan tersebut, bahkan Gianyar juga akan ikut membatasi aktivitas warganya.

"Hasil rapat tadi, pertama yang harus (menerapkan PSBB) kan Badung dan Denpasar. Tetapi, kabupaten, terutama Denpasar meminta bagaimanapun, arus penumpang atau orang masuk itu kan pasti lewat kabupaten tetangga. Sehingga, dimintalah Gianyar sebagai penyangga Denpasar atau daerah yang dekat dengan Denpasar selain Tabanan, ikut mendukung program ini," ujar Sekda Gianyar, Made Gde Wisnu Wijaya, kepada Tribun Bali, tadi malam.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, Gianyar tidak mesti menerapkan ke delapan poin PSBB yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

Akan tetapi, sesuai instruksi Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Gianyar akan menerapkan delapan poin tersebut secara fleksibel.

"Sesuai kebijakan Bupati, konsen kita adalah terhadap pembukaan toko modern, mall, termasuk pasar sengol. Mereka akan dibatasi jam bukanya sampai dengan pukul 21.00 Wita. Hal ini akan diawasi petugas gabungan dari Satpol PP, Kepolisian, dan TNI," ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, mengatakan Pemkab Tabanan saat ini sedang melakukan pembahasan terkait teknis pelaksanaan PKM tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved