Penanganan Covid

Corona di Bangli Meningkat 24 Kasus Dalam Dua Hari Terakhir, Hampir Sentuh Angka 1.000 Kasus

Penularan virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Bangli, Bali, mengalami peningkatan cukup tinggi pada awal tahun 2021 ini

Pexels
Ilustrasi Update Covid-19 - Corona di Bangli Meningkat 24 Kasus Dalam Dua Hari Terakhir, Hampir Sentuh Angka 1.000 Kasus 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Penularan virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Bangli, Bali, mengalami peningkatan cukup tinggi pada awal tahun 2021 ini.

Jumlah tersebut bahkan telah melampaui total angka kasus positif pada bulan November 2020, dan hampir mendekati total kasus positif pada bulan Desember 2020.

Tercatat dalam sepekan pertama bulan Januari, total kasus positif Corona di Bangli sebanyak 54 kasus.

Jumlah ini mengalami peningkatan drastis sebanyak 42 kasus dalam dua hari terakhir, diantaranya 11 kasus pada hari Jumat (8/1/2021), dan 13 kasus pada hari Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: Kabar Duka, Perawat Puskesmas di Jatim Ini Meninggal Setelah Terpapar Covid-19, Ini Kronologinya

Baca juga: Buntut Kasus Pemalsuan Surat Jual Beli Saham, Buronan Kejari Gianyar Dijebloskan ke Rutan Gianyar

Baca juga: Pemprov Bali Akan Gelar Vaksinasi Covid-19 Tanggal 14 Januari

Humas Gugus Tugas Percepatan Penaggulangan (GTPP) Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa mengungkapkan peningkatan kasus dalam dua hari terakhir tercatat di empat wilayah Kecamatan.

Antara lain Kecamatan Bangli dengan total 17 kasus, diantaranya Kelurahan Cempaga dengan tujuh kasus, Kelurahan Kawan lima kasus, Desa Tamanbali dengan dua kasus, dan masing-masing satu kasus asal Kelurahan Bebalang, Desa Pengotan, dan Desa Bunutin.

Selain itu, lanjut Dirgayusa, di Kecamatan Susut tercatat sebanyak empat orang.

Yakni dua orang asal Desa Penglumbaran, dan masing-masing satu orang asal Desa Susut, dan Desa Abuan.

Sedangkan di Kecamatan Tembuku, tercatat penambahan kasus positif sebanyak satu orang asal Desa Bangbang, dan di Kecamatan Kintamani tercatat penambahan dua orang, asal Desa Batur Utara dan Desa Selulung.

"Dari jumlah tersebut, sebagian besar menjalani isolasi terpusat. Tercatat hanya empat orang yang menjalani perawatan di RS, yakni pasien asal Desa Tamanbali, Bangli sebanyak dua orang dan masing-masing satu orang asal Desa Pengotan, Bangli dan Penglumbaran, Susut," sebutnya, Minggu (10/1/2021).

Dengan penambahan 24 kasus tersebut, Dirgayusa mengaku total kasus positif Covid-19 di Bangli saat ini hampir mencapai 1.000 kasus, yakni sebanyak 998 kasus.

Di mana dari jumlah tersebut 51 orang diantaranya masih menjalani perawatan, 908 orang telah dinyatakan sembuh, dan 39 orang meninggal dunia.

Selaku bagian dari Satgas Covid-19 Bangli, Dirgayusa yang juga Kadis Kominfosan Bangli itu mengimbau agar seluruh kantor layanan publik memantau dan mengawasi penerapan protokol kesehatan (prokes).

Sebab diakui pada beberapa tempat, penerapan prokes tidak berjalan dengan maksimal.

Ia mencontohkan seperti penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di bank penyalur, yang mana penerapan jaga jarak sudah tidak sesuai dan cenderung menumpuk serta berjejal.

Demikian pula pada aktifitas jual beli di Pasar Tradisional, ia mengimbau agar cek suhu tubuh serta kewajiban penggunaan masker tetap dilaksanakan.

"Selain itu, kami juga mengimbau agar fasilitas prokes tetap menjadi perhatian. Sebab ketersediaan air dan sabun di kantor-kantor layanan Pemerintah juga sudah mulai tidak tersedia. Kami harap hal ini agar lebih diperhatikan," tegasnya. (*).

Catatan Redaksi: Mari cegah dan perangi persebaran Covid-19. Tribun Bali mengajak seluruh Tribunners untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat Pesan Ibu: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved