Breaking News:

Operasi SAR Sriwijaya Air Terkendala Cuaca Buruk, Ini yang Terjadi Pada Penyelam

Operasi khususnya yang difokuskan di bawah permukaan laut masih belum bisa dilaksanakan.

Istimewa via Tribunnews.com
Tim penyelam gabungan dari Ditpolairud, Polda Metro Jaya, Polda Banten dan Pas Pelopor Korps Brimob Polri membantu proses pencarian korban dan tubuh pesawat Sriwijaya Air SJ182 di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Minggu (10/1/2021). 

Operasi SAR Sriwijaya Air Terkendala Cuaca Buruk, Ini yang Terjadi Pada Penyelam

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182 pada Rabu(13/1/2021) belum bisa dilanjutkan karena angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Kepulauan Seribu.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen TNI Bambang Suryo Aji mengatakan, petugas tidak bisa melakukan penyelaman untuk sementara.

Akibatnya, penyelam kini masih menunggu di atas sekoci dan terombang-ambing di tengah gelombang tinggi.

Kondisi itu sudah terjadi sejak Rabu pagi dimana cuaca di sekitar lokasi tidak kondusif sehingga menghambat upaya pencarian tubuh korban maupun serpihan badan pesawat.

“Operasi khususnya yang difokuskan di bawah permukaan laut masih belum bisa dilaksanakan mengingat kondisi dan keamanan untuk faktor safety bagi penyelam,” ujar Bambang.

Dengan kondisi cuaca yang belum mendukung, sehingga operasi SAR ditunda dulu menunggu sampai dengan cuaca baik dan bisa mendukung pelaksanaan operasi penyelaman.

“Saat ini mereka juga sudah berada di atas perahu karet masing-masing, menynggu cuaca kondusif,” kata Bambang. Sehingga ketika cuaca sudah kembali kondusif, mereka dapat langsung bergerak melakukan penyelaman dan tidak membuang-buang waktu.
“Apabila ada perkembangan aambil menunggu cuaca lebih baik mungkin tim juga sudah akan melaksanakan operasi pencarian pertolongan,” ungkapnya.

Baca juga: Black Box Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan, Ini Harapan Keluarga Pramugari Mia Terkait Pencarian Korban

Baca juga: Kotak Hitam Tertimbun Puing Pesawat, Pesawat Sriwijaya Air Diduga Hancur Berkeping-keping

Adapun BMKG mengeluarkan catatan dimana kecepatan angin di sekitar lokasi pencarian sudah mencapai 10-15 knot dengan gelombang tinggi maksimum hingga dua meter.

Koordinator Lapangan BMKG di Posko Utama JICT II Sugarin mengatakan Operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182 terkendala angin kencang yang terjadi mencapai 10-15 knot dan gelombang tinggi maksimum hingga dua meter.

Halaman
1234
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved