Serba Serbi
Rahinan Rambut Sedana, Kaitan Kemakmuran Umat
"Ida Bhatara Rambut Sedana, sering dihubungkan dengan Ida Bhatara Dewi Laksmi, karena memberikan anugerah kepada umatnya berupa kesejahteraan, kekayaa
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Noviana Windri
Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Buda Cemeng Klawu, sering disebut Buda Wage Klawu yang diperingati setiap 6 bulan sekali atau setiap 210 hari.
Pada hari suci ini, yang dipuja sinar suci-Nya Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai manifestasinya Ida Bhatara Sri Sedana atau Ida Bhatara Rambut Sedana.
"Ida Bhatara Rambut Sedana, sering dihubungkan dengan Ida Bhatara Dewi Laksmi, karena memberikan anugerah kepada umatnya berupa kesejahteraan, kekayaan, kemakmuran, rezeki, dan welas asih," jelas Jero Mangku Ketut Maliarsa, kepada Tribun Bali, Rabu (13/1/2021).
Bahkan kalau yang beragama Budha, sering dikaitkan dengan Dewi Kuan Im.
"Arti kata harfiah Sri Sedana adalah, Sri bermakna beras, dan Sedana berarti uang atau harta yang memberi kehidupan pada umat manusia," jelasnya.
Itulah sebabnya, orang Hindu Sangat intens dan antusias memuja keagungan beliau agar memperoleh waranugraha, kesejahteraan, rejeki, dan kemakmuran.
Bantennya yang dipersembahkan, adalah tebasan Rambut Sedana di palinggih Taksu yang diyakini Beliau beryoga di palinggih tersebut.
"Tebasan ini nasi penek dan tumpeng masing-masing dua buah, dan terbuat dari beras hitam(beras injin), raka-raka jangkep, taledan dialasi kulit peras,dan sampian sodaan, peras dan penyeneng," katanya. Dewi Laksmi adalah saktinya Dewa Wisnu makanya penek dan tumpengnya berwarna hitam.
Lanjutnya, Dewi Sri perwujudan wanita cantik (predana) dan yang satunya lagi Dewa Sedana perwujudan uang sebagai Purusha.
Sehingga dilambangkan dengan dua arca antara Dewi Sri dengan Dewa Sedana (Purusha dan Predana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tebasan-rambut-sedana-yang-dipersembahkan-hari-ini.jpg)