Longsor Sumedang, 15 Korban Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang 3 Hari
Jasad korban ditemukan di lapang voli. Identitas belum diketahui dan langsung kami bawa ke Puskesmas Sawahdadap untuk identifikasi
Permasalahan lingkungan, kata dia, merupakan salah satu yang perlu diperhatikan.
Selain itu, drainase yang buruk dapat mengakibatkan air akan menguap dari saluran dan berdampak kepada tanah disekitarnya.
“Jika tanah tidak ditanami pohon-pohon berakar kuat makan tanah akan mudah terbawa aliran air dan terjadi longsor," ucap Harmensyah.
Baca juga: Kronologi Wayan Lebih 30 Menit Tertimbun Longsor di Gianyar, Dua Pekerja Selamat Satu Meninggal
Dalam kesempatan yang sama, Wakil ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan, mengatakan akan melakukan pendampingan terkait persoalan kebencanaan di Indonesia, salah satunya mengutamakan peran mitigasi atau pencegahan guna kurangi dampak bencana.
"Di dalam pembahasan Perubahan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana di Komisi VIII DPR RI, mitigasi bencana adalah salah satu poin yang dibahas dengan memperhatikan tata ruang dari segi kebencanaan," kata Ace
Ace mengatakan, longsor yang terjadi di Sumedang ini merupakan daerah padat penduduk yang memiliki kemiringan tanah yang berisiko terjadi longsor.
Oleh karena itu, menurut Ace, sangat penting analisis dampak bencana dalam tata ruang ataupun pembangungan.
“Tidak boleh ada pemberian izin bagi pendirian bangunan yang tidak memperhatikan dampak bencana," lanjut Ace. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul BNPB Bantu Pemerintah Daerah terkait Relokasi Warga Terdampak Bencana dan 15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tim-sar-gabungan-terus-melakukan-upaya-pencarian-terhadap-korban.jpg)