Berita Bali
Indonesia Dilanda Bencana, Aksi Cepat Tanggap Bali Dirikan Posko Peduli Bencana
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali yang berkantor di Jalan Waturenggong, No.160 A, Denpasar, Bali, mendirikan Posko Peduli Bencana.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bencana silih berganti terjadi di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari musibah kecelakaan pesawat terbang, tanah longsor, banjir hingga gempa bumi, tak sedikit dari mereka kehilangan sanak keluarga, tempat tinggal serta membutuhkan bantuan.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali yang berkantor di Jalan Waturenggong, No.160 A, Denpasar, Bali, mendirikan Posko Peduli Bencana.
Ketua Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali, Arif Marsudi, posko ini didirikan guna mengantisipasi banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia, sehingga memudahkan masyarakat dalam menyalurkan bantuan kepada saudara yang tertimpa musibah.
"Kami berharap dengan dibukanya posko peduli bencana yang berada di Bali ini dapat memudahkan masyarakat di Bali dalam mendermakan bantuannya untuk masyarakat yang tengah terdampak bencana di Indonesia,"ucapnya.
Baca juga: Kisah Heroik Suster Mia Meninggal Setelah Selamatkan Bayi Saat Gempa Susulan Majene
Baca juga: Haji Sabar Lolos dari Maut Gempa Mamuju, Mensos Risma Sebut Aksi di Video Viral Bukan Penjarahan
Baca juga: Mensos Risma Rasakan Gempa Susulan di Mamuju, Minta Hal Ini ke Warga
"Mulai dari tanah longsor Sumedang, gempa bumi Majene Sulbar, dan Banjir Bandang Kalimantan Selatan serta Banjir Bandang Jembrana Bali," paparnya kepada Tribun Bali, Minggu 17 Januari 2021.
Lanjut dia, bantuan yang di terima, dapat berupa paket sembako, pakaian layak pakai, maupun donasi uang tunai.
"Nantinya bantuan yang diterima akan disalurkan langsung ke tempat bencana melalui cabang ACT di daerah yang terdampak," ucapnya.
Posko Peduli Bencana ini juga memfasilitasi masyarakat terkait update informasi terkait bencana yang terjadi, sehingga dapat memetakan sekiranya bantuan apa saja yang dibutuhkan dan yang paling menjadi prioritas utama di daerah bencana.
"Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi 08113951818 atau dapat datang langsung ke Kantor Aksi Cepat Tanggap Bali," pungkasnya.
Gempa bumi bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat 15 Januari 2021 pukul 01.28 WIB, telah menyebabkan puluhan orang dilaporkan meninggal dunia.
Warga Bali yang tinggal di dekat lokasi gempa kini banyak yang dikabarkan mengungsi ke pura.
Bahkan, mereka juga kesulitan mencari makanan karena warung-warung tutup.
Hal itu diungkapkan oleh seorang warga Bali yang tinggal di Majene, Putu Muliati saat dihubungi Tribun Bali, Sabtu 16 Januari 2021 siang.
Muliati menuturkan dirinya tinggal di pusat Kota Majene.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/video-anak-gempa-mamuju.jpg)