Berita Bali
Indonesia Dilanda Bencana, Aksi Cepat Tanggap Bali Dirikan Posko Peduli Bencana
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali yang berkantor di Jalan Waturenggong, No.160 A, Denpasar, Bali, mendirikan Posko Peduli Bencana.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sehingga dampak yang dialami tidak terlalu serius.
“Kalau saya di Majene kota, tidak terlalu terdampak. Tidak ada bangunan sampai rusak. Tapi katanya kalau di Kecamatan Malunda katanya hancur,” kata warga asli Bangli ini.
Meski demikian, ia mengaku was-was seandainya terjadi gempa susulan yang mengakibatkan tsunami.
Terlebih lagi rumahnya berada di dekat pantai.
Walaupun begitu, karena takut akan tsunami, banyak warga di wilayahnya yang memilih mengungsi.
“Karena banyak yang mengungsi takut tsunami, jadinya sulit nyari makan di sini. Warung-warung pada tutup dan tidak berani jualan,” aku perempuan yang tinggal di Majene sejak tahun 1998 ini.
Namun, sejak gempa terjadi dirinya mengaku tidak ikut mengungsi walaupun tetap waswas.
Ia menambahkan, sampai hari ini gempa susulan masih terjadi di sana.
“Tadi pagi sempat ada gempa susulan dengan kekuatan tiga koma sekian,” katanya.
Dirinya juga sempat berkomunikasi dengan kerabatnya sesama orang Bali yang tinggal di Mamuju.
Dari kerabatnya dia memperoleh informasi jika banyak warga Bali di Mamuju yang mengungsi di pura.
“Saya sih tidak dapat ke sana, tapi katanya orang Bali di sana banyak yang mengungsi di pura saat ini,” katanya.
Muliati menceritakan, sebenarnya sejak tahun 2010 lalu ia bersama keluarganya sudah pindah ke Makassar.
Namun, ia masih punya rumah di Majene yang digunakan sebagai tempat usaha.
Dan saat ia sedang berada di Majene, gempa pun terjadi yang sempat membuat kepanikan. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/video-anak-gempa-mamuju.jpg)