Langit Tiba-tiba Gelap Gulita, Setengah Jam Kemudian Hujan Abu Datang akibat Semeru Meletus

Langit Tiba-tiba Gelap Gulita, Setengah Jam Kemudian Hujan Abu Datang akibat Semeru Meletus

Editor: Widyartha Suryawan
istimewa
Gunung Semeru dilaporkan kembali erupsi pada Sabtu (16/1/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, LUMAJANG - Sabtu 16 Januari 2021 sekitar pukul 17.30 WIB tiba-tiba langit gelap gulita.

Selang setengah jam kemudian, tiba-tiba hujan abu datang.

Hal itu menyusul setelah Gunung Semeru meletus pada Sabtu (16/1/2021) sore.

Demikian dikisahkan oleh Sahir, warga Tawon Songo, Kecamatan Pasrujambe, Lumajang, Jawa Timur yang tentang kesaksiannya sebelum hujan abu itu datang.

"Itu gelap sudah kayak malam gak ada terus hujan abu gak disangka karena sini itu jarang kena dampak. Yang sering itu Kecamatan Supiturang karena dekat jalur lahar," kisah Sahir, Minggu (17/1/2021).

Sisa hujan abu Gunung Semeru meletus menutupi rumah warga Tawon Songo, Kecamatan Pasrujambe, Lumajang, Minggu (17/1/2021).
Sisa hujan abu Gunung Semeru meletus menutupi rumah warga Tawon Songo, Kecamatan Pasrujambe, Lumajang, Minggu (17/1/2021). (tony hermawan/surya.co.id)

Pagi ini Sahir terlihat sibuk.

Sebelum bekerja, ia harus menyapu teras rumah karena dampak hujan abu Gunung Semeru meletus yang mengotori teras rumahnya.

Sahir tidak sendiri, sebab seluruh warga desanya memang melakukan hal yang sama seperti Sahir.

Mereka saling membersihkan rumahnya dari sisa-sisa hujan abu kemarin.

Memang setelah Gunung Semeru meletus kembali dan mengeluarkan awan panas guguran kemarin, Kecamatan Pasrujambe adalah kawasan yang paling terkena dampak parah.

Bisa dipastikan sebelas dusun di kecamatan ini terkena hujan abu vulkanik.

Sebelas dusun itu, di antaranya adalah Tulungrejo, Sumberingin, Tawon Songo, Jabon, Munggir, Plambang, Ngampuh, Mberpakis, Pasrepan, Dadapan, dan, Kertosari.

"Semua kena. Tapi yang paling parah Dusun Tawon Songo, karena yang paling dekat dengan lereng," kata Sahir, Minggu (17/1/2021).

Ia mengatakan, hujan abu kemarin intensitasnya juga cukup deras, bahkan juga disertai angin kencang sekitar dua jam.

"Ngeri pokoknya, abunya itu sampai masuk ke dalam rumah. Jadi bukan hanya teras," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved