Breaking News:

Berita Badung

Minim Laksanakan Rapid Antigen Saat PPKM, Satpol PP Badung Akui Tempat Karantina Di Badung Penuh

“Sewaktu-waktu kita memang melaksanakan (Rapid –red). Tergantung kesiapan tim rapid, selain itu tergantung kesiapan transport yang akan mengantar/jemp

istimewa
Tim Yustisi Kabupaten Badung melakukan rapid antigen saat melakukan pemantauan Prokes di Pinggir Pantai di Wilayah Canggu 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Kegiatan rapid antigen yang dilaksanakan Tim Yustisi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Badung masih minim dilaksanakan selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Padahal sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Badung Nomor 17 Tahun 2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran virus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Badung, pada poin enam dijelaskan untuk melakukan penguatan pengujian/ testing berupa pemeriksaan rapid test secara random di tempat-tempat publik termasuk juga kepada para Warga Negara Asing (WNA).

Minimnya pelaksanaan rapid antigen tersebut, karena tempat karantina yang ada di Badung dikabarkan sudah penuh.

Sehingga Tim Yustisi terutama dari Dinas Kesehatan yang melaksanakan rapid dan Satpol PP Kabupaten bingung untuk mengkarantina masyarakat jika ditemukan hasilnya reaktif.

Kepala Satpol PP Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara saat dikonfirmasi tak menampik jika tempat karantina di Badung sudah penuh.

Baca juga: Tak Semua Warga Badung Dapat Uang Tunai Rp 300 Ribu Selama PPKM, Pencairan via Bank BPD Bali

Baca juga: Penyerahan Perdana Bantuan Tunai PPKM di Badung Dilaksanakan 15 Januari, Per KK Dapat Rp 300 Ribu

Baca juga: Bupati Suwirta Pantau Langsung Pelaksanaan PPKM Hari Pertama di Klungkung 

Kendati demikian, akunya pelaksanaan rapid antigen selama PPKM juga sudah pernah dilaksanakan.

“Sewaktu-waktu kita memang melaksanakan (Rapid –red). Tergantung kesiapan tim rapid, selain itu tergantung kesiapan transport yang akan mengantar/jemput serta ketersediaan ruang karantina,” jelasnya Senin, 18 Januari 2021.

Dirinya mengatakan jika dilaksanakan rapid antigen, maka semuanya harus terakomodir, sehingga semuanya fix berjalan dengan baik.

“Kalau memang mau menyasar untuk pelaksanaan rapid itu gampang. Namun kesiapan kita juga harus dilihat,” ucapnya.

Pejabat asal Denpasar itu mengatakan, jika dilaksanakan rapid antigen di lapangan, pihaknya mengaku menemukan suatu permasalahan.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Noviana Windri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved