Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Denpasar

Anak-anak Sanggar WYP Denpasar Usir Kejenuhan Belajar Online Saat Pandemi dengan Megambel

Yang mereka lakukan yakni belajar megambel bersama di Sanggar WYP Art Foundation di Jalan Ratna, Denpasar.

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Sejumlah anak berlatih gambelan di sanggar WYP Art Fondation, Denpasar, Selasa 19 Januari 2021. Anak-anak sanggar WYP usir kebosanan belajar online dengan berlatih megambel. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di saat jenuh dengan pembelajaran daring atau online, siswa di Denpasar ini mengusir kejenuhannya dengan kegiatan positif.

Yang mereka lakukan yakni belajar megambel bersama di Sanggar WYP Art Foundation di Jalan Ratna, Denpasar.

Salah seorang anak sanggar, Komang Ayu Gita Iswari WS mengaku sangat antusias mengikuti belajar megambel ini.

Dirinya paling suka makendang walaupun seorang perempuan.

“Ini bisa menghilangkan kebosanan. Karena kan selama ini mikirin pelajaran online, sekarang bisa mengurangi kebosanan,” katanya saat diwawancarai Selasa, 19 Januari 2021.

Baca juga: 5 Cara untuk Mengelola Stres pada Anak Bila Harus Belajar Online

Baca juga: Rumah Makan Waroeng DAbing Beri Wifi Gratis bagi Siswa yang Belajar Online

Baca juga: Soal Kuota Internet untuk Siswa Belajar Online, Kadisdikpora Denpasar: Sekolah yang Memutuskan

Ketua Sanggar, Gede Putra Wirawan dengan adanya latihan megambel ini anak-anak bisa tetap terhibur di sela-sela mengikuti pembelajaran online.

“Karena saya amati sendiri, banyak anak yang merasa penat saat belajar online. Bahkan ada yang stres karena tidak terbiasa. Dengan latihan ini bisa sedikit menghibur mereka juga,” katanya.

Saat pandemi mulai mewabah, awalnya sanggar ini tutup.

Namun setelah adanya new normal latihan kembali digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Latihan yang biasanya digelar 4 sampai 5 kali dalam seminggu, saat pandemi ini hanya digelar dua kali yakni Selasa dan Minggu.

Dalam sekali latihan saat ini pun dibatasi, yakni hanya 2 jam.

Selain itu, latihan saat pandemi ini juga sangat susah berkaitan dengan ijin orang tua.

Ini dikarenakan orang tua mereka masih was-was dengan adanya pandemi ini.

“Kami tidak memaksa agar mereka latihan ke sanggar, karena orang tua mereka kan was-was sehingga ada yang tidak diijinkan,” katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved