Breaking News:

Soal Kuota Internet untuk Siswa Belajar Online, Kadisdikpora Denpasar: Sekolah yang Memutuskan

Hal ini memaksa proses pembelajaran dilakukan di rumah masing-masing dengan menggunakan sistem daring atau online maupun luring.

Tribun Bali/I Putu Supartika
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar I Wayan Gunawan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dikarenakan adanya pandemi Covid-19, segala lini kehidupan pun terdampak, termasuk pendidikan.

Hal ini memaksa proses pembelajaran dilakukan di rumah masing-masing dengan menggunakan sistem daring atau online maupun luring.

Khusus untuk pembelajaran online atau daring yang menggunakan aplikasi seperti google meet maupun zoom dan aplikasi lainnya, mau tak mau orang tua siswa harus mengeluarkan biaya lebih untuk pembelian kuota internet.

Terkait pembelajaran online ini, sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim merevisi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang Petunjuk Teknis Biaya Operasional Sekolah (BOS) Reguler.

China Gelar Latihan Perang dengan Amunisi Kuat di Laut China Selatan, Pakar Sebut Bisa Provokasi AS

Indonesia Diproyeksikan Jadi Negara dengan Pemulihan Ekonomi Tercepat setelah China

Dihukum 10 Tahun Karena Edarkan Tembakau Gorilla & Cairan Liquid Sinte, Semarajaya Nyatakan Banding

Hal ini menyusul terbitnya Permendikbud 19/2020 tentang Perubahan Atas Permendikbud 8/2020 tentang Juknis BOS Reguler.

Pada aturan baru yang dikeluarkan ini, diatur bahwa dana BOS bisa dipergunakan untuk membeli pulsa internet bagi guru maupun siswa dalam mendukung proses pembelajaran di rumah selama masa pandemi Covid-19.

Dan untuk di Kota Denpasar baik untuk SD maupun SMP, penggunaan dana BOS untuk pembelian kuota ini diserahkan ke masing-masing sekolah.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Kota Denpasar, I Wayan Gunawan saat dihubungi Selasa (28/7/2020).

Hal itu sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.

“Sesuai arahan kementerian, penggunaan dana BOS sudah diberikan sepenuhnya kepada sekolah,” kata Gunawan.

Nantinya sekolah yang mengatur sesuai kebutuhan sekolah termasuk untuk pembelian kuota internet untuk guru maupun siswa.

“Sekolah yang memutuskan. Porsinya juga sekolah yang menentukan, karena itu arahan dari Kementerian,” katanya.

Namun dalam penggunaannya untuk pembelian kuota internet ini disesuaikan dengan kemampuan sekolah.

Seorang Ibu Hamil Kaget Lihat Suami Temani Selingkuhan di RS Juga Mau Melahirkan, si Bidan Terpana

POPULER: Bayi Terlindas Mobil di Bangli Hingga Rekomendasi PDIP di Bali

Punya Gangguan Pencernaan Cocok Tidur Tengkurap, Posisi Tidur Terbaik Sesuai Kondisi Kesehatan

Selain itu, dana BOS juga tetap diperuntukkan sesuai dengan aturan yang berlaku. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved