Serba serbi
Usada hingga Lontar Penerang Cegah Hujan Turun, Ini Isi Ruang Lontar Dinas Kebudayaan Bali
Bagi kalangan mahasiswa, khususnya yang jurusan berkaitan dengan agama Hindu atau bahasa dan sastra Bali, perpustakaan lontar
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
“Lontar semuanya bisa dibaca di perpustakaan ini, belum ada yang dikeramatkan,” jelasnya.
Intinya jangan sembarangan membuka lontar, sebagai bentuk penghargaan kepada warisan leluhur.
“Sebab lontar adalah sumber ilmu pengetahuan, sebagai lambang Sang Hyang Aji Saraswati,” sebutnya.
Sehingga disarankan, seseorang yang cuntaka tidak membaca lontar.
Bahkan kalau bisa tidak masuk ke ruangan lontar, hingga masa cuntakanya selesai.
Baik cuntaka karena menstruasi, maupun karena ada sanak keluarga yang meninggal dunia.
Sebab di Bali, seseorang dalam keadaan cuntaka masih dalam kondisi kotor.
Ia menjelaskan, ada berbagai lontar dan lontar usada juga cukup banyak sekitar 300an.
Bahkan dahulu ada lontar tentang leak, namun saat ini ia tidak melihat lontar tersebut.
Sementara lontar yang paling unik adalah lontar kawisesan.
Serta lontar pragolan penerang, untuk mencegah hujan turun.
Biasanya penerang dilakukan, apabila ada acara penting di Bali.
Khususnya saat musim hujan, agar acara berjalan lancar tanpa hujan.
Kedua lontar tersebut termasuk ke dalam lontar klasik.
Babad pun lengkap di perpustakaan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-ruangan-lontar-di-dokbud-disbud-bali.jpg)