Berita Gianyar
Pertama Dalam Sejarah, Target PAD Gianyar Turun Jadi Rp 800 miliar
target yang ditetapkan Rp 881 miliar, namun realisasinya Rp 545 miliar. Kondisi tersebut dikarena, pariwisata yang ditarget memenuhi capaian sebesar 6
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pertama dalam sejarah Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Gianyar memasang terget lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Kondisi ini tak terlepas dari lesunya pariwisata akibat pandemi covid-19.
Dalam target PAD tahun 2020 lalu, Gianyar memasang target sebesar Rp 881 miliar.
Namun di tahun ini secara bulat hanya menargetkan Rp 800 miliar.
Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Rabu 20 Januari 2021, turunnya target PAD tahun ini, dikarenakan realisasi target tahun lalu atau tahun 2020 meleset jauh.
Baca juga: Meski Masih Pandemi Covid-19, Target PAD Kota Denpasar Tahun 2021 Naik Menjadi Rp 657 Miliar
Baca juga: Bupati dan DPRD Tabanan Sepakati Ranperda APBD 2021 Menjadi Perda, PAD Tabanan Ditarget Rp 391 M
Baca juga: Disperindag Bangli Ajukan Usulan PAD Naik Rp 700 Juta Lebih
Kala itu, target yang ditetapkan Rp 881 miliar, namun realisasinya Rp 545 miliar.
Kondisi tersebut dikarena, pariwisata yang ditarget memenuhi capaian sebesar 61 persen tidak bisa dihandalkan, lantaran terhantam pandemi covid-19.
Kepala Badan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Gianyar, Ngakan Jati Ambarsika membenarkan, Pemkab Gianyar tahun ini memasang target pendapatan lebih rendah dari sebelumnya, yakni hanya Rp 800 miliar.
Namun ia menegaskan target tersebut tidak bersifat pesimistis.
Kata dia, target tersebut masih bersifat rasional.
"Untuk tahun ini, kami targetkan Rp 800an miliar. Garis besar angkanya segitu," ujarnya.
Lalu, sektor mana yang menjadi tumpuan untuk memenuhi target tersebut?
Ambarsika mengantakan, pihaknya masih mengandalkan pariwisata.
Namun dengan catatan, pengawasan terhadap kunjungan akan dilakukan dengan sangat ketat.
Baik kunjungan ke destinasi hingga ke tingkat hunian lokal.
"Di Gianyar masih mengandalkan pariwisata. Kiat untuk mencari pendapatan kami awasi hunian. Apalagi sekarang hotel beralih ke hunian lokal. Barangkali ada hunian lokal. Kami akan datangi. Lihat berapa kunjungan, nanti tinggal dikalikan," tandasnya. (*)
Baca juga: PAD Badung Ditarget Rp 3,3 T, Pjs Bupati: Jangan Sampai Sudah Rancang Belanja,Tapi Anggaran Tak Ada
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-badan-pendapatan-keuangan-aset-daerah-bpkad-gianyar-ngakan-jati-ambarsika.jpg)