Breaking News:

Disperindag Bangli Ajukan Usulan PAD Naik Rp 700 Juta Lebih

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli optimistis target pendapatan retribusi pasar pada tahun 2020 ini terpenuhi.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kadisperindag Bangli, I Wayan Gunawan 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli optimistis target pendapatan retribusi pasar pada tahun 2020 ini terpenuhi.

Pihak Disperindag bahkan berani memasang kenaikan target hingga Rp 700 juta lebih.

Kepala Disperindag Bangli, I Wayan Gunawan mengungkapkan, target PAD untuk tahun 2020 dirancang sebesar Rp 1.750.145.000. Jumlah tersebut merupakan target sesuai hasil refocusing akibat merebaknya pandemi covid-19.

Di mana target PAD pada tahun 2020, semula diajukan sebesar Rp 2.015.532.034,47.

Baca juga: Pengabenan Bikul di Badung Pilih Jenis Jantan dan Betina dengan Warna Merah dan Putih

Baca juga: AS Izinkan Pesawat Boeing 737 MAX Terbang Lagi, Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air Kecewa

Baca juga: Isu Bagus Kahfi Menuju Ajax Amsterdam Gemparkan Media Thailand

Sementara berdasarkan data per Senin (16/11/2020), Gunawan mengatakan realisasi target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar telah mencapai 98,25 persen, atau sebesar Rp 1.719.504.000.

Pihaknya pun optimistis hingga akhir tahun 2020 mampu memenuhi target PAD.

“Kalau dari target keseluruhan yang kita buat, bulan November ini saja sudah akan terpenuhi semua. Tercapai lah target kita dengan kekurangan Rp 30 juta lebih. Mudah-mudahan kekurangan itu bisa terpenuhi pada November ini. Sehingga pada bulan Desember kita bisa melampaui target,” ujarnya.

Baca juga: Berada di Jalur Lahar, Fraksi Golkar DPRD Bali Minta Pembangunan Pusat Kebudayaan Dikaji Matang

Baca juga: Raut Wajah Kecewa Jerinx Setelah Divonis & Babak-babak Krusial yang Telah Dilaluinya

Baca juga: 18 Warga Terjaring Razia Masker, Pelanggar di Jembrana Capai 1.126

Pihak Disperindag juga telah mengajukan usulan target PAD untuk tahun 2021 mendatang.

Di mana berdasarkan data, pendapatan dirancang menjadi Rp 2.487.013.600 atau naik sebesar Rp 736 juta lebih dibandingkan target 2020.

Gunawan mengatakan peningkatan target tersebut tidaklah tinggi.

Sebab menurutnya pandemi Covid-19 pada tahun 2021 telah berlalu, dengan adanya wacana mengenai vaksin Covid-19.

Baca juga: BREAKING NEWS! Jerinx Divonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara, Dinyatakan Terbukti Bersalah

Baca juga: AREBI Targetkan The Biggest Real Estate Summit 2020 Secara Online Diikuti 10 Ribu Peserta

Sehingga diasumsikan perekonomian Bangli akan mulai bangkit.

Di sisi lain, pihaknya menegaskan peningkatan ini juga sudah sesuai dengan penghitungan pihaknya berdasarkan potensi yang ada di masing-masing pasar. Yakni jumlah pedagang dikali besaran retribusi yang dikenakan.

“Potensi itu kami rata-ratakan, karena di setiap saat pedagang bisa bertambah, bisa juga berkurang. Hal ini kembali pada situasional kegiatan sosial dan budaya. Seperti mendekati hari raya keagamaan, dan sebagainya. Keadaan inilah yang sangat berdampak pada retribusi pasar,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved