Breaking News:

Berita Gianyar

Alun-Alun Gianyar Bali Selalu Ramai Membuat Aparat Kewalahan, Seusai Sidak Kerumunan Kembali Terjadi

Aparat penegak protokol kesehatan (prokes) covid-19 dibuat kewalahan menangani keramaian ini. Pasalnya, sidak selama ini telah rutin dilakukan.

Istimewa
Aparat penegak prokes memberikan sanksi push up pada warga di Alun-alun Gianyar, Bali, 21 Januari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Alun-alun Gianyar yang dibangun dan sebelumnya diharapkan menjadi destinasi wisata warga Gianyar, kini terwujud sesuai harapan.

Di mana, hampir setiap hari dipenuhi warga, baik piknik di rerumputan, mengajak anak bermain di fasilitas permainan anak-anak yang disiapkan, hingga berolahraga. 

Namun sayangnya, harapan Pemkab Gianyar yang terwujud justru menjadi bumerang di tengah pandemi covid-19.

Bahkan, aparat penegak protokol kesehatan (prokes) covid-19 dibuat kewalahan menangani keramaian ini.

Pasalnya, sidak selama ini telah rutin dilakukan.

Namun setelah sidak, kerumunan kembali terjadi. 

Baca juga: Mayoritas Warga Gianyar Bali yang Meninggal Karena Covid-19 Adalah Orang Lanjut Usia

Baca juga: Lewati Jalan Berkabut dan Hujan Lebat, Taksi Online Nyungsep ke Sawah di Tampaksiring Gianyar Bali

Baca juga: Terkait Pemilihan Bendesa Keramas, Ketua Panitia Gusti Toya Siap Hadapi Gugatan di PN Gianyar

Foto: Suasana siang di Alun-alun Gianyar, Minggu (27/12/2020)
Foto: Suasana siang di Alun-alun Gianyar, Minggu (27/12/2020) (Istimewa)

Aparat gabungan gelar operasi yustisi sasar warga di Alun alun Gianyar

Seperti dalam sidak, 21 Januari 2021 sore.

Dalam pelaksanaannya, Aparat gabungan menyasar masyarakat yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di areal Alun-alun Gianyar sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid 19 dalam tatanan kehidupan baru khususnya di wilayah Kecamatan Gianyar.

"Ditemukan ada sekira 10 pelanggar protokol kesehatan yang terjaring operasi yustisi," ujar Kapolsek Gianyar Kompol I Gusti Ngurah Yudistira.

Menurutnya, dalam operasi yustisi penerapan PPKM di Kota Gianyar, pihaknya masih banyak menemukan warga yang abai terhadap protokol kesehatan (prokes).

Mereka yang melanggar prokes rata-rata tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Operasi yustisi ini untuk pendisiplinan masyarakat agar mematuhi prokes guna mencegah penyebaran Covid-19," tandasnya.

Dalam operasi di Alun-alun Gianyar, kata dia, di samping memberikan sanksi fisik yaitu push up kepada pelanggar, pihaknya juga memberikan masker secara gratis kepada warga yang memang tidak memakai masker.

"Kami beri sanksi fisik berupa push up dan mengingatkan para pelanggar untuk patuh protokol kesehatan terutama 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak," tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved