Berita Jembrana
Lagi, Dua Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Jembrana Bali Meninggal
Kasus meninggal karena Covid-19 di Jembrana bertambah menjadi 39 orang. Terakhir, dua kasus meninggal menimpa dua warga di Jembrana
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kasus meninggal karena Covid-19 di Jembrana bertambah menjadi 39 orang.
Terakhir, dua kasus meninggal karena virus asal China itu menimpa dua warga di Jembrana.
Kedua warga itu dari Desa Pengambengan Kecamatan Negara dan Kelurahan Loloan Timur, Jembrana, Bali.
Plt Direktur RSU Negara, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwatha mengatakan, bahwa pasien pertama asal Desa Pengambengan, sejak Selasa 19 Januari 2021 dirawat di ruang anggrek, kemudian dilakukan Rapid tes antigen dan bergejala atau reaktif.
Setelah diperiksa lebih lanjut, ada gejala paru-paru pneunomia.
Baca juga: Istri Gubernur Bali Minta Masyarakat Tak Ragukan Efektivitas Vaksin Covid-19
Baca juga: Diduga Inilah Penyebab 15 Warga di Klungkung Bali Positif Covid-19 Hingga Muncul Klaster Nganten
Baca juga: Sistem Pemeriksaan Covid-19 di Indonesia Disebut Salah Oleh Menkes, Ini Kata Epidemiolog
Akhirnya pada Rabu 20 Januari 2021, swab tes terhadap pasien keluar hasilnya positif.
Hingga dilakukan perawatan optimal, kondisi pasien terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat 22 Januari 2021.
"Keluarga setuju untuk penanganan jenasah sesuai protokol covid-19. Pasien sudah dimakamkan pada Jumat pagi di pemakaman Pengambengan," ucapnya.
Oka Parwatha melanjutkan, pasien kedua ialah warga Loloan Timur yang awalnya berstatus suspect Covid-19.
Kemudian ada gejala Pneunomia.
Pasien datang ke RSU Negara pada Rabu 20 Januari 2021.
Pasien berusia 50 tahunan itu datang pada dini hari dan langsung di-rapid tes antigen dan hasilnya negatif.
Pasien mengalami thorax pneumonia.
Kemudian dilakukan swab test dan hasilnya keluar pada Kamis 21 Januari 2021 dan hasilnya positif.
“Pasien meninggal dunia pada hari Kamis dan langsung dimakamkan Kamis malam,” jelasnya.
Terpisah, Humas Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha menjelaskan, guna menekan penyebaran virus corona pihaknya terus berupaya untuk edukasi kepada masyarakat kemudian menjaga imunitas dengan makan cukup dan berolahraga.
Terpenting ialah persoalan 3 M yang sering diabaikan masyarakat yang merupakan kunci utama menekan Covid.
Saat ini jumlah penduduk di Jembrana 325 ribu jiwa dan testing yang dilakukan per pekannya mencapai 500 orang.
Perkembangan Covid-19 di Jembrana di awal tahun 2021 ini meningkat tajam.
Dengan jumlah rata-rata harian 30 orang, merupakan jumlah yang cukup tinggi untuk setiap hari.
Satgas sampai menyediakan menyediakan tiga hotel untuk karantina warga yang terkonfirmasi positif tanpa gejala.
“Untuk pasien terkonfirmasi saat ini ada sekitar 1409, sembuh 1112 sedangkan meninggal 39,” bebernya.
Ketua DPRD Jembrana Dipulangkan
Ketua Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jembrana Ni Made Sri Sutharmi akhirnya sembuh setelah dirawat karena terpapar Covid-19.
Sri Sutharmi, dirawat di ruang isolasi RSU Negara selama 7 hari.
Anggota fraksi PDI Perjuangan itu keluar dan berhasil sembuh pada Jumat 22 Januari 2021.
Sutharmi dirawat bersama keluarganya yang sebelumnya dinyatakan orang tanpa gejala dan gejala ringan positif Covid-19 setelah menjalani swab tas Sejak 16 Januari lalu.
Selain ketua dewan, tim medis juga memulangkan total delapan orang pada hari ini.
Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutarmi mengatakan, bahwa paparan Covid itu nyata.
Sehingga, seluruh khusus masyarakat Jembrana, Bali dan Indonesia harus sangat hati-hati dalam perilaku sehari-hari.
Singkat kata menerapkan protokol kesehatan sebaik-baiknya.
Terutama 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak atau menghindari kerumunan
“Karena kita tidak tahu dari mana kita mendapatkan virus itu, siapa yang membawa kita tidak tahu karena itu wajib kita harus menjaga diri,” ucapnya.
Sri Sutharmi menyatakan, bahwa selain penerapan protokol kesehatan, harus maksimal juga menjaga imun tubuh.
Dengan makan cukup dan rajin berolahraga.
Untuk perawatan sendiri, pelayanan medis dari tim RSU Negara cukup baik.
Dari semua tim medis bekerja secara maksimal. Sehingga, ia juga begitu cepat menujukkan kesembuhan.
“Saya katakan bahwa tim medis sangat luar biasa memfasilitasi kami yang terisolasi serta merawat kami dengan baik. Saya ucapkan juga Terima kasih kepada Satgas Covid-19 dan para medis RSU Negara,” ungkapnya.
Sementara itu Plt Direktur RSU Negara dr.I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata menambahkan, untuk saat ini kondisi ruang isolasi dengan kapasitas sebanyak 61 tempat tidur masih merawat pasien sebanyak 40 orang positif Covid-19 dan sebanyak 9 pasien suspect.
Kepada masyarakat Jembrana pihaknya meminta supaya lebih disiplin lagi mengikuti aturan protokol kesehatan, sehingga penyebaran virus ini bisa ditekan.
“Dan hari ini kami infokan kasus covid di Jembrana sudah mulai ada penurunan,” bebernya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/prosesi-pemakaman-jenazah-sesuai-protokol-kesehatan.jpg)