Cuaca Ekstrem di Bali
CUACA Ekstrem Diprediksi hingga Agustus Mendatang, Sebabkan Dua Kapal Kandas di Selat Bali Pekan Ini
Dia menyebutkan, dampak cuaca ekstrem yang sudah mulai terjadi beberapa hari lalu empat terjadi dua insiden kapal kandas.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Cuaca ekstrem berupa angin kencang hingga gelombang tinggi diprediksi mulai terjadi pada Mei hingga Agustus 2026 mendatang. Siklus tahunan ini patut diwaspadai.
Apalagi beberapa hari lalu sempat terjadi dua kali kapal kandas karena cuaca ekstrem. Atas kondisi ini, pengguna jasa yang memanfaatkan layanan penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk untuk tetap waspada.
Selain merupakan siklus tahunan, kondisi ini bisa saja diperparah oleh adanya fenomena Super New Moon (fase bulan perigee dan bulan baru) yang berpotensi memicu banjir pesisir atau rob di sejumlah titik di Bali selatan termasuk di Jembrana.
Kemudian, berdasarkan surat peringatan dini dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III, fenomena Super New Moon yang jatuh pada Minggu (17/5) kemarin berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di pesisir Bali sepanjang 15-22 Mei 2026.
Baca juga: JEMBRANA Pelopor Dana Bantuan PMI, Inovator Percepatan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Baca juga: WASPADA, Pelaku Perdagangan Orang Manfaatkan Tiktok untuk Tawarkan Pekerjaan
"Nggih (cuaca ekstrem), prediksinya mulai bulan ini hingga Agustus mendatang. Kami imbau tetap meningkatkan kewaspadaan," kaya Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Hendra saat dikonfirmasi, Selasa (19/5).
Dia menyebutkan, dampak cuaca ekstrem yang sudah mulai terjadi beberapa hari lalu empat terjadi dua insiden kapal kandas. Satu kapal karena air surut ekstrem sehingga tidak bisa olah gerak. Kemudian satu kapal lainnya juga mengalami kandas setelah itu karena kapal terseret arus deras.
"Kemarin juga ada dua kapal kandas. Satu terjadi di dermaga LCM kemudian satunya lagi di lokasi berbeda namun segera bisa lepas kandas," sebutnya.
Dengan kondisi ini, kata dia, seluruh pengguna jasa diimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Sebagai langkah antisipasi keselamatan, pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) telah menginstruksikan operator kapal untuk memperketat prosedur keselamatan.
"Tentunya kewaspadaan harus ditingkatkan untuk mengantisipasi perubahan cuaca secara mendadak. Pihak operator kapal juga sudah diminta untuk tetap melakukan lashing (pengikatan) kendaraan di atas kapal," tandasnya. (mpa)
Otoritas Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Terpisah, Komandan Pos Angkatan Laut (Danpos AL) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo juga mengatakan hal senada. Seiring terjadinya cuaca ekstrem, seluruh pengguna jasa dan operator kapal untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kemudian otoritas juga harus menyesuaikan dengan situasi di lapangan. Artinya jangan memaksakan melakukan pelayaran ketika terjadi cuaca ekstrem yang tentunya bakal sangat berisiko.
"Ketika nantinya cuaca ekstrem lebih baik ditunda dulu pelayarannya untuk meminimalisir hal yang tak diinginkan terjadi," pesannya. (mpa)
| Dua Kapal Kandas Terjadi di Selat Bali Pekan Ini, Cuaca Ekstrem Diprediksi hingga Agustus Mendatang |
|
|---|
| Volume Air Sungai di Jembrana Meningkat Drastis, Warga Dihantui Banjir Bandang |
|
|---|
| Musim Kemarau di Jembrana Diprediksi Mulai April, 6 Bulan Sangat Panas Hampir Tidak Ada Hujan |
|
|---|
| Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 2 Jam ke Depan, Berikut Daerah yang Perlu Diwaspadai |
|
|---|
| Pasca Banjir, Siswa SDN 18 Sesetan Denpasar Gelar Bersih-bersih, Kepsek: Besok Belajar Biasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kapal-motor-penumpang-KMP-Samudera-Utama-kandas-di-Dermaga-LCM.jpg)