3 Hari Pencarian, Akhirnya Jasad Pemuda yang Diterkam Buaya Ditemukan, Tubuh Sudah Tidak Utuh Lagi

Setelah tiga hari proses pencarian, akhirnya jasad pemuda yang diterkam buaya sepanjang 6 meter ditemukan, namun dalam kondisi tidak utuh

Editor: Irma Budiarti
Dok Basarnas Belitung
Proses evakuasi jenazah korban terkaman buaya oleh Tim SAR Gabungan teluk merambai Tanjung Labun, Desa Limbongan, Gantung Belitung Timur, Rabu 27 Januari 2021. Setelah tiga hari proses pencarian, akhirnya jasad pemuda yang diterkam buaya sepanjang 6 meter ditemukan, namun dalam kondisi tidak utuh. 

Menurut kepercayaan, para dukun air ini sedang berkomunikasi dan meminta petunjuk di mana keberadaan korban.

Pantauan posbelitung.co, warga pun berjajar di atas pelabuhan melihat dukun air itu beraksi.

Dia tampak menghadap ke arah batas air dan daratan.

Dukun lainnya juga meminta pakaian yang dikenakan korban agar ditancapkan di sebatang kayu tepat di lokasi korban diterkam.

Selain itu, dukun lainnya, minta tim pencarian korban mencari ke arah muara Sembulu.

Hendak Buang Air tapi Tak Kunjung Pulang, Jenazah Sugiyanti Ditemukan dalam Mulut Buaya

Tim SAR Gabungan Turun Bawa Senapan Serbu

Setelah mendapatkan laporan, Tim SAR gabungan turun melakukan pencarian korban serangan buaya di sekitar Teluk Merambai, Tanjunglabun, Desa Limbongan, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Satu unit senapan serbu berwarna hitam turut dibawa pada pencarian ini.

Pencarian korban serangan buaya ini pun akan dilanjutkan pada Selasa 26 Januari 2021.

Wartawan posbelitung.co Suharli melaporkan, senapan serbu itu dilengkapi dua magazine berisi peluru tajam.

"Pencarian dilanjutkan. Tim SAR gabungan mengerahkan dua rubber boat, satu perahu dolphin, dan satu perahu warga," ujar Suharli, Selasa 26 Januari 2021.

Rencananya pencarian akan menyasar muara Sungai Sembulu.

Sungai Sembulu diketahui adalah suatu kawasan di Belitung Timur yang dikenal terdapat banyak buaya.

Sungai ini diketahui tembus atau bermuara di Teluk Merambai, lokasi Dandi diserang buaya.

"Perahu karet tidak bisa masuk ke sana. Jadi pakai dolphin," ujar Suharli melaporkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved