Breaking News:

Berita Bangli

Cuaca Ekstrem Berpotensi Timbulkan Penyakit pada Tanaman Padi, Begini Saran Kadis Pertanian Bangli

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma tidak memungkiri jika cuaca ekstrem  belakangan ini kurang

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma 

"Kalau varietas nasional yang tergolong tahan, antara lain Ciherang atau Cigeulis," sebutnya.

Tak hanya padi, penyakit tanaman dampak musim hujan pun juga kerap terjadi pada tanaman holtikultura.

Seperti tanaman cabai ataupun tomat yang tergolong rentan mengalami busuk buah.

"Dua jenis tanaman ini memang lebih cocok ditanam pada musim kering. Sebab jika kelebihan air, maka berpotensi terjadi busuk buah.

Produksi Padi di Badung Mengalami Surplus 22.502 Ton

Untuk itu saat musim penghujan baiknya diperhatikan saluran drainase pada lahan.

Selain juga bisa dilakukan dengan pemanfaatan musla plastik untuk menghindari kelembaban pada akar tanaman," ujarnya.

Sarma tak menampik jika dampak cuaca buruk kerap menyebabkan turunnya produksi.

Di mana hal tersebut juga berpotensi menimbulkan lonjakan harga. Seperti harga cabai rawit merah yang kini menyentuh angka Rp. 80 ribu dalam sepekan terakhir.

"Harga cabai ini tergolong tinggi. Sebab normalnya hanya Rp. 25 ribu hingga 30 ribu per kilo. Kalau tanggal 23 Januari lalu harga cabai rawit masih di kisaran Rp. 65 ribu per kilo," ungkapnya.

Selain cabai rawit, Sarma mengatakan yang juga mengalami peningkatan harga adalah cabai merah besar.

Di mana pada 23 Januari lalu harganya Rp. 30 ribu per kilo, saat ini menjadi Rp. 45 ribu per kilo.

"Begitupula dengan cabai rawit hijau. Dari harga 35 ribu per kilo, saat ini harganya mencapai Rp. 45 ribu per kilo," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved