Coron[removed]a di Bali

Jadi Rujukan Covid-19, Kebutuhan Oksigen di RSUP Sanglah Denpasar Meningkat 40 Persen

Menjadi rujukan pasien Covid-19, kebutuhan oksigen untuk pasien mengalami peningkatan di RSUP Sanglah.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Kabag Humas RSUP Sanglah Denpasar, Dewa Ketut Kresna ketika ditemui pada, Senin 1 Februari 2021. 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Menjadi rujukan pasien Covid-19, kebutuhan oksigen untuk pasien mengalami peningkatan di RSUP Sanglah.

Ketika ditemui, Kabag Humas RSUP Sanglah Denpasar menjelaskan jumlah peningkatan oksigennya tidak dapat dipastikan sekarang nilainya. 

"Setiap bulan, kebutuhan untuk oksigen liquid sekitar 13 hingga 15 ribu liter perbulannya. Sistem pengiriman oksigennya adalah setiap minggu sekali atau 5 hingga 7 hari sekali, akan datang untuk mengisi kontainer-kontainer oksigen kita," katanya pada, Senin (1 Februari 2021). 

Cegah Kluster, Panitia IKM Bali Bangkit Lakukan Swab Antigen Pada 100 Para Penjaga Stand Pameran

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Manajemen Bandara Ngurah Rai Terima Bantuan 4 Ribu Masker

Update Covid-19 di Bali 31 Januari 2021: Positif: 238 Orang, Sembuh: 270 Orang & Meninggal: 9 Orang

Ketersediaan oksigen di RSUP Sanglah tidak pernah sampai kosong karena nantinya ketika ketersediaan oksigen mulai berkurang hingga persentase tertentu akan terdapat alarm yang berbunyi sehingga distributor oksigen akan mengirim oksigen ke RSUP Sanglah

"Mereka sudah terkoneksi, kita sudah punya kontrak dalam kurun waktu satu tahun. Dan ketika mereka sudah kirim, nanti disampaikan jumlah pengirimannya, direkap perbulan itu yang dibayarkan oleh rumah sakit

Ketika disinggung apakah ada peningkatan kebutuhan oksigen pada pasien ketika pandemi, Dewa mengatakan jelas terdapat peningkatan.

Update Covid-19 di Bali 31 Januari 2021: Positif: 238 Orang, Sembuh: 270 Orang & Meninggal: 9 Orang

Efektifkah Pakai 2 Masker untuk Cegah Covid-19? Ini Kata Ahli

"Peningkatan oksigen untuk pasien ketika pandemi meningkat estimasinya sekitar 30 sampai 40 persen perbulannya. Ini hitungan kasarnya. Karena sekarang kita untuk rawat intensifnya otomatis meningkat karena kita punya ICU penyakit umum dan ICU khusus Covid-19," lanjutnya. 

Maka dari itu kebutuhan oksigen untuk pasien otomatis meningkat. Termasuk juga pada pelayanan UGD yang terdapat peningkatan penggunaan oksigen. 

Sementara salah satu jenis oksigen yang digunakan untuk pasien adalah oksigen liquid. Oksigen liquid merupakan oksigen yang sudah ada dalam satu tempat penampungan utamanya atau container yang kemudian langsung disalurkan melalui pipa-pipa ke masing-masing ruangan pasien. 

"Jadi sudah ada alat di dalam tembok ruangan untuk oksigennya dan di dalamnya oksigen sudah mengalir. Itu yang liquid. Kalau oksigen tabung yang didorong. Misalkan pasien yang transfer dari ruang A ke ruang B otomatis yang diberikan adalah oksigen tabung karena selama transformasi kan pasien tetap harus tersuplai oksigennya," sambungnya. 

Dewa menambahkah jumlah ketersediaan untuk sampai saat ini tidak ada masalah.

Sejauh ini masih lancar dan untuk pemakaiannya jelas meningkat karena sebagian besar pasien Covid-19 ketika ditransfer menggunakan oksigen tabung. 

"Kemudian di UGD juga sama. Kalau di UGD semisal kondisi pasien tidak posisinya dekat dengan oksigen liquid pakai yang tabung. Kita ada pengadaannya dari distributor resminya. Dan untuk saat ini Sanglah memiliki dua container untuk oksigen liquid yakni di ruang perawatan Flamboyan dan di Ratna," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Coron[removed]a di Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved