Efektifkah Pakai 2 Masker untuk Cegah Covid-19? Ini Kata Ahli

Gunakan 2 masker untuk cegah penularan Covid-19, efektifkah? Berikut penjelasan para ahli.

Pexels
Ilustrasi wanita pakai masker - pakai 2 masker sekaligus untuk cegah Covid-19, efektifkah? ini kata ahli 

TRIBUN-BALI.COM - Gunakan 2 masker untuk cegah penularan Covid-19, efektifkah? Berikut penjelasan para ahli.

Kita tentu sangat paham pentingnya mengenakan masker saat bepergian di tengah pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung selama setahun ini.

Bahkan belakangan ini sejumlah negara mengimbau masyarakatnya untuk memakai dua masker sekaligus atau masker N95, sebagai cara meningkatkan perlindungan dari virus corona dan variannya yang lebih menular.

Tapi sebetulnya memakai dua masker sekaligus efektif untuk mencegah COVID-19 enggak, ya?

Bagi Warga yang Tak Gunakan Masker, Tidak Akan Diizinkan Masuk ke TPS Saat Pilkel Serentak di Badung

Efektivitas Masker Kain Paling Baik, Ini Hasil Penelitian di Jepang Terhadap 5 Jenis Masker 

Operasi Prokes di Blahbatuh, Masih Ditemukan Warga Tak Paham Memakai Masker

Perlindungan Masker Double

Studi menunjukkan, sebuah masker enggak benar-benar efektif dalam memblokade aerosol.

Bahkan, masker kain 2-3 lapis buatan sendiri hanya efektif melindungi 50-60%.

Kemudian, sebuah penelitian terbaru menunjukkan, masker bedah efektif hanya sekitar 50% untuk melindungi pemakainya dari aerosol orang lain, dan antara 60-70% melindungi orang lain.

Seperti yang diketahui, masker bedah terbuat dari tiga lapisan kain non-woven; lapisan atasnya menggunakan bahan polypropylene spunbond kelas medis.

Baru-baru ini, muncul pernyataan ahli bahwa pemakaian masker bedah di bawah masker kain melindungi sekitar 91% penggunanya dari berbagai partikel.

Katanya, masker bedah dapat bertindak sebagai filter. Sedangkan masker kain memberikan lapisan penyaringan tambahan di atasnya.

Tentu saja, masker wajah terbaik untuk perlindungan jatuh pada tipe N95 yang menyaring udara dengan menarik partikel melalui serat bermuatan listrik.

Ada pula produk masker yang serupa dengan N95 antara lain KN95 dari China, versi FFP1 dan FFP2 dari Eropa, P2 dari Australia-Selandia Baru, KF94 dari Korea, serta DS2 dari Jepang.

Alasan Masker N95 Belum Direkomendasikan

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved