Nglekadang Meme Karya Komang Berata Sastrawan Bali Asal Karangasem Raih Hadiah Sastera Rancage 2021
Setelah penulis asal Klungkung yakni IB Pawanasuta tahun 2020, kini giliran sastrawan Karangasem, Komang Berata yang memperoleh Hadiah Sastera Rancage
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Menurutnya, cerpen-cerpen dalam kumpulan ini menyajikan tema yang menarik, tersusun dalam alur campuran antara linier dan flashback, dan unik.
Terdapat satu tokoh cerita, Wayahan Supat, yang muncul sebagai tokoh utama dalam semua cerpen, padahal tidak ada relasi naratif antara satu cerita dan yang lainnya.
"Tema cerita tampil orisinal, gaya bahasanya kreatif, dengan kaya melukiskan latar alam dan budaya cerita. Deskripsi cerita banyak diselingi dengan perumpamaan atau pepatah dalam bahasa Bali yang sudah jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari," katanya.
"Memang diperlukan perhatian yang sangat fokus untuk memahami narasi dengan gaya bahasa yang simbolik, rada halus, kadang berat yang merupakan ciri khas gaya bahasa Bali Timur," imbuhnya.
Sementara itu, Komang Berata mengatakan, awalnya ia ingin menggunakan judul Galungan Sasih Kasa.
"Namun saya minta pertimbangan sastrawan IDK Raka Kusuma dan dipakai Nglekadang Meme," katanya.
Ia mengatakan, penghargaan kali ini merupakan penghargaan yang kedua.
Sebelumnya, tahun 1999 dirinya juga mendapat penghargaan yang sama untuk bukunya Lekad Tumpek Wayang.
"Ada jeda 22 tahun dari awal saya mendapatkan Rancage," sambungnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anugerah-sastera-rancage-2021.jpg)