Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Bakal Usulkan Pelonggaran Jam Operasional, Jaya Negara: Kasihan Rumah Makan dan Masyarakat

Bakal Usulkan Pelonggaran Jam Operasional, Jaya Negara: Kasihan Rumah Makan dan Masyarakat

Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Anggota Linmas dan Pecalang melaksanakan penertiban penggunaan masker sekaligus pemantauan protokol kesehatan terkait PPKM di kawasan Desa Adat Panjer, Denpasar, Senin, 18 Januari 2021. Bakal Usulkan Pelonggaran Jam Operasional, Jaya Negara: Kasihan Rumah Makan dan Masyarakat 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara berencana mengusulkan pelonggaran jam operasional tempat usaha.

Hal ini setelah ia melihat fakta di lapangan bahwa banyak masyarakat yang mengeluh dengan adanya kebijakan pembatasan jam operasional sampai pukul 20.00 Wita ini.

Ia berencana akan mengusulkan hal ini kepada Gubernur Bali, sehingga minimal ada pelonggaran hingga pukul 21.00 Wita.

“Yang jelas saya belum mengusulkan, tapi akan saya usulkan minimal jam 9 terpenuhi,” kata Jaya Negara, Kamis 4 Februari 2021.

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat memimpin Rapat Kordinasi Penanganan Covid-19 bersama Bendesa Adat se-Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Selasa (26/1/2021).
Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat memimpin Rapat Kordinasi Penanganan Covid-19 bersama Bendesa Adat se-Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Selasa (26/1/2021). (istimewa)

Jaya Negara mengaku dirinya melihat fakta di lapangan banyak masyarakat yang bekerja hingga malam.

Sehingga jika mereka pulang malam, akan kesulitan mencari makanan.

Pembatasan jam operasional ini juga berdampak bagi rumah makan maupun warung.

Padahal menurutnya, mereka sudah dibatasi untuk makan di lokasi hanya 25 persen.

Ditambah dengan adanya pembatasan jam operasional ini, sangat memberatkan rumah makan maupun pelaku usaha.

Jerit Sunyi Pelaku Usaha di Denpasar: Dulu Jual 40 Bungkus Kini Hanya 5 Bungkus, PPKM Diperpanjang?

“Yang jelas tanggal 8 buat laporan perkembangannya seperti apa. Dan di Denpasar ada keluhan dan keluhannya memang masuk akal. Ke rumah makan sudah dibatasi 25 persen, kemudian jam 8 harus tutup. Sedangkan orang di Denpasar orang pulang kerja jam 6 jam 7, kalau sampai makan di rumah makan 25 persen, kan kasihan juga,” katanya.

Jaya Negara menambahkan, walaupun jam operasional diperlonggar misalnya sampai pukul 21.00 Wita, itu tidak akan jadi masalah jika protokol kesehatan sudah diterapkan.

“Bagi kami sampai jam 9 malam, yang penting di dalamnya terapkan protokol itu tidak ada masalah sebenarnya,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan PPKM ini akan bisa maksimal jika didukung oleh peran serta semua pihak termasuk masyarakat yang taat dengan protokol kesehatan.

Ia pun menambahkan, pelaksanaan PPKM di Denpasar ini mengikuti instruksi dari Mendagri.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved