Penari Rangda Tewas Tertusuk Keris
INFO TERBARU, Pemuda Penari Rangda yang Tewas Tertusuk Keris Dikenal Miliki Talenta Sejak Usia Dini
Nyoman Suardana menyebut IGNEP merupakan anak yang penuh talenta yang menekuni bidang kesenian tari-tarian Bali.
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Suasana duka menyelimuti rumah penari Rangda IGNEP (16) di Jalan Raya Tuka, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali pada Sabtu 6 Februari 2021.
Berdasarkan pantauan Tribun Bali, terlihat karangan bunga menghiasi rumah mendiang IGNEP (16) pemuda yang meninggal dunia akibat tertusuk keris saat rangkaian acara Napak Pertiwi.
Di rumah sanggar Jalan Sutomo, Nomor 44, Pemecutan Kaja, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali pada Kamis 4 Februari 2021 dini hari.
Menelisik lebih dalam mengenai kepergian pemuda 16 tahun tersebut, Tribun Bali bertemu dan berkesempatan mewawancarai perwakilan keluarga korban.
• UPDATE Penari Rangda Meninggal, Pihak Keluarga Sudah Mengikhlaskan, Suardana: Kami Mohon Doanya
Ia adalah I Nyoman Suardana, pria paruh baya yang merupakan adik dari kakek korban IGNEP yang tinggal tidak jauh dari tempat rumah duka.
I Nyoman Suardana menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan Tribun Bali meskipun suasana masih tampak penuh duka atas kepergian pemuda yang penuh dengan bakat seni.
Ditanya mengenai sosok IGNEP, I Nyoman Suardana mengaku sangat terpukul dan merasa kehilangan setelah mendengar kepergian cucu yang penuh talenta tersebut.
Ya, Nyoman Suardana menyebut IGNEP merupakan anak yang penuh talenta yang menekuni bidang kesenian tari-tarian Bali.
"Ini adalah cucu kami Gede Nanda (IGNEP), cucu dari kakak kami. IGNEP ini ada seorang anak muda yang penuh talenta. Dia dibidang tari, tari apapun dia bisa,"
"Baik topeng, pewayangan dan lainnya bahkan tabuh juga.
Padahal dia baru kelas 10 (kelas 1) di SMK," ujarnya, Sabtu 6 Februari 2021 diteras rumah IGNEP.
Sosok IGNEP di mata keluarga serta kerabat dekatnya, dikenal sebagai pemuda yang baik, ramah dan suka bersosial, terutama saat kegiatan adat dan keagamaan.
Pemuda 16 tahun dikatakan Nyoman Suardana yang mewakili keluarga saat diwawancarai Tribun Bali merupakan anak pertama dari dua bersaudara.
Seni tari yang ia geluti sudah diasah mulai dari kecil, bahkan sejak kelas 5 SD, IGNEP sudah mengisi beberapa acara di Desa tempat ia tinggal dengan menari di Pura, Gereja ataupun lainnya.
• UPDATE: Terkait Meninggalnya Penari Rangda, Kepolisian Lakukan Koordinasi Dengan Tokoh Adat & Agama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/i-nyoman-suardana-perwakilan-dari-keluarga-ignep-16-saat-ditemui-di-rumah-duka-jalan-raya-tuka.jpg)