Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penari Rangda Tewas Tertusuk Keris

INFO TERBARU, Pemuda Penari Rangda yang Tewas Tertusuk Keris Dikenal Miliki Talenta Sejak Usia Dini

Nyoman Suardana menyebut IGNEP merupakan anak yang penuh talenta yang menekuni bidang kesenian tari-tarian Bali.

Tayang:
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
I Nyoman Suardana perwakilan dari keluarga IGNEP (16) saat ditemui di rumah duka Jalan Raya Tuka, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali pada Sabtu 6 Februari 2021. Bahkan terlihat juga suasana tempat duka yang didatangi pihak keluarga. 

Namun diketahui, pemuda 16 tahun tersebut sudah menjadi seorang anak yatim piatu sejak 2 atau 3 tahun lalu, orang tuanya dikatakan Nyoman Suardana telah pergi terlebih dahulu karena sakit.

Tak lama, kakek kesayangan IGNEP juga menyusul karena sakit pada tahun 2020 lalu, ia pun hanya tinggal bertiga dengan nenek dan adiknya.

"Dia punya orang tua tapi meninggal dunia karena sakit, kakeknya juga sama tahun lalu.

 Sekarang dia tinggal sama nenek dan adiknya yang masih kelas 5 SD. Almarhum tulang punggung keluarga," terangnya.

"Walaupun baru SMK, tapi dia sangat diandalkan oleh orang tuanya, bahkan dia kadang-kadang melatih tabuh diberikan sekedar, dia pakai untuk keluarga,"

"Disamping ngayah (bekerja) dia sangat sosial sekali, dia ngayah dimana-mana dia mau, dia dari umur kelas 5 sudah pentas," cerita kakek IGNEP.

Sementara itu, mengenai kepergian korban, pihak keluarga mengaku sangat terpukul dengan kepergian korban yang penuh talenta senin dan budaya tersebut.

Nyoman Suardana mengaku sangat bangga dengan korban, namun ia menyayangkan kepergian IGNEP yang masih berusia belasan tahun.

"Yang amat sangat kami sayangkan bersama, seorang anak muda yang punya talenta telah meninggalkan semua.

Saya juga selaku kakeknya sangat bangga punya cucu seperti itu.

Penari Rangda Berusia 16 Tahun Tewas Saat Acara Napak Pertiwi di Denpasar

Hanya sangat disayangkan dalam usia yang sangat belia ini beliau harus meninggalkan kita bersama," kata Nyoman Suardana.

Mengenai hal ini, I Nyoman Suardana pun memberikan pesan kepada semua orang tua atau penggiat seni agar bisa memperhatikan penari yang masih berusia belasan tahun.

Agar hal ini bisa menjadi pelajaran bersama, karena usia penari yang masih belia belum sepatutnya untuk menjalankan hal-hal yang seperti itu, mengingat acara tersebut terbilang sakral di Bali.

"Walupun dari segi kelihaian mereka menari bagus, tapi dari segi usia dan mental mereka belum siap.

Maka kami, saya selaku kakeknya memohon kepada mungkin siapa pun yang melaksanakan kegiatan seperti ini mohon memperhatikan dari segi resiko yang mungkin dihadapi oleh penari.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved