Pembunuhan di Denpasar

UPDATE Pembunuhan di Denpasar: Motif Utang Piutang, Sempat Cekcok Sebelum Korban Tewas Mengenaskan

"Pelaku diringkus di Kawasan Kawah Ijen Sumber Weringin, Kecamatan Sukarejo, Bondowoso, Jawa Timur pada Sabtu 6 Februari 2021 sekitar pukul 00.30 wita

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Reskrim Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya dan jajaran melaksanakan pers rilis di lobby depan Mapolresta Denpasar pada Sabtu 6 Februari 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penganiayaan hingga mengakibatkan seorang meninggal dunia di Warung Jawa Barokah, ternyata dilakukan oleh sesama pedagang.

Basori Arifin alias Ibas (24) yang berasal dari Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur dan sehari-hari tinggal di Jalan Tukad Balian, Renon, Denpasar, Bali ini berhasil diringkus tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Bali, Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Selatan pada Sabtu 6 Februari 2021 pukul 00.30 Wita di kawasan Kawah Ijen Sumber Weringin, Kecamatan Sukarejo, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Jatim).

Menurut keterangan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, saat dilakukan penyelidikan lebih lanjut pelaku ternyata kabur dan bersembunyi di wilayah Bondowoso, Jatim.

"Pelaku diringkus di Kawasan Kawah Ijen Sumber Weringin, Kecamatan Sukarejo, Bondowoso, Jawa Timur pada Sabtu 6 Februari 2021 sekitar pukul 00.30 wita," ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Sabtu 6 Februari 2021.

Kasus Pembunuhan di Bali, Wanita Banyuwangi Tewas Dihantam Tabung Gas, Suami Syok dan Ungkap Ini

Sebelum kabur dan tertangkap pihak kepolisian, diketahui Ibas yang saat itu datang ke TKP bersama istrinya hendak meminta uang kepada korban Sri Widayu (48), perempuan yang tinggal dan berjualan di Warung Jawa Barokah berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai, Nomor 438, Sanur, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Didatangi pelaku dan istri pada Selasa 2 Februari 2021 sekitar pukul 20.30 wita menggunakan sepeda motor Vario warna merah berplat DK 5485 ABW.

Korban yang sehari-hari berjualan keripik pisang ini, ditagih pelaku bersama istri setelah sebelumnya korban berjanji hendak mengembalikan uang Rp 515.000 ribu.

"Jadi pelaku ini datang untuk meminta uang hasil belanja kebutuhan korban untuk berjualan.

Pelaku datang untuk meminta uang sebesar Rp 515.000 ribu kepada korban yang sebelumnya telah berjanji untuk mengembalikan," ungkap Kombes Pol Jansen.

Dalam keterangan Kapolresta Denpasar, korban saat itu pernah menitipkan pisang untuk kebutuhan dagangnya kepada pelaku dan membayar setelah ada uang.

Namun selama beberapa bulan belum dilunasi, pelaku datang bersama istri pada Selas 2 Februari 2021 sekitar pukul 19.00 wita dan menagih uang tersebut kepada korban.

Istri pelaku yang menghampiri korban terdengar oleh pelaku sedang cekcok, saat terjadi cekcok antara korban dan istri pelaku.

Korban malah menempeleng (menampar) istri pelaku dibagian muka, hingga membuat pelaku marah dan tidak terkendali.

Hasil Forensik Jasad Wanita di Sanur, Diduga Dipukul Pakai Tabung Gas

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved