Breaking News:

Serba Serbi

Kajeng Kliwon Disebut Hari Keramat, Ini yang Dilakukan Menurut Lontar

Kajeng Kliwon merupakan hari raya berdasarkan pertemuan antara triwara terakhir yakni Kajeng dengan pancawara terakhir yakni Kliwon.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi sembahyang - Kajeng Kliwon Disebut Hari Keramat, Ini yang Dilakukan Menurut Lontar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Senin, 8 Februari 2021, umat Hindu merayakan Kajeng Kliwon.

Hari raya ini dirayakan setiap 15 hari sekali.

Kajeng Kliwon merupakan hari raya berdasarkan pertemuan antara triwara terakhir yakni Kajeng dengan pancawara terakhir yakni Kliwon.

Hari raya ini dipercaya sebagai hari keramat di Bali.

Kajeng Kliwon, Ini Bahayanya dan Banten yang Harus Dihaturkan

Kajeng Kliwon, Apa Upakaranya Agar Tak Diganggu Sang Kala Tiga Bhucari?

Agar Tak Diganggu Sang Kala Tiga Bucari, Persembahkan Segehan Lima Warna Saat Kajeng Kliwon

Terkait Pancawara Kliwon, dalam Lontar Sundarigama disebutkan:

Nihan taya amanah, kunang ring panca terane, semadi Bhatara Siwa, sayogia wong anadaha tirtha gocara, ngaturaken wangi ring sanggar, muang luwuring paturon maneher menganing akna cita.

Wehana sasuguh ring natar umah, sanggar, ring dengen, dening sega kepel duang kepel dadi atanding, wehakna ada telung tanding, iwaknia bawang jae.

Kang sinambat ring natar, Sang Kala Bucari.

Ring sanggar Bhuta Bucari.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved