Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Paus Fransiskus Panjatkan Doa dan Serukan Solidaritas Rakyat Myanmar

Pemimpin Takhta Suci berusia 84 tahun itu memanjatkan doa dari balkon yang menghadap Lapangan Santi Petrus Vatikan setelah membacakan doa Angelus.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
(Chatolic.org)
Paus Fransiskus memanjatkan doa bagi mereka yang berkuasa di Myanmar agar bekerja demi kebaikan bersama serta menyerukan solidaritas antarsesama rakyat Myanmar. 

Sebelumnya pada hari Sabtu 6 Februari 2021, puluhan ribu orang terjun ke jalan-jalan dalam demo besar pertama sejak kudeta Myanmar.

Seperti diwartakan Tribun Bali sebelumnya, pemerintahan militer Myanmar mengambil langkah lebih tegas setelah aksi demonstrasi melawan kudeta makin membesar di negeri itu.

Pada hari Sabtu 6 Februari 2021 militer yang berkusa memutuskan jaringan internet seluruh negara.

Keputusan itu diambil ketika ribuan orang turun ke jalan-jalan di Yangon untuk melawan kudeta dan menuntut pembebasan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi.

Myanmar yang dulu bernama Burma dilanda kudeta militer pada Senin 1 Februari 2021.

Masyarakat Myanmar yang menentang pengambilan kekuasaan secara paksa itu ramai-ramai mengecam angkatan bersenjata.

"Demokrasi menang, menang. Diktator militer gagal, gagal," teriak mereka seraya membawa spanduk antara bertuliskan "Lawan kediktatoran militer".

Menurut pantauan jurnalis Reuters di lokasi kejadian, orang-orang yang melintas menawari para pendemo makanan dan minuman, .

Banyak di antara pendemo itu memakai baju merah, warna kebesaran partai National League for Democracy (NLD) Suu Kyi yang menang telak dalam pemilu 8 November 2020.

Namun, ketika unjuk rasa membesar setelah para aktivis mengeluarkan ajakan di media sosial, internet di negara itu mati.

Pengamat jaringan internet NetBlocks melaporkan pemadaman internet di Myanmar terjadi dalam skala nasional.

Di Twitter mereka menerangkan, konektivitas turun sampai 54 persen dari tingkat biasanya. Beberapa orang mengatakan, data seluler dan Wi-Fi juga mati.

Militer Myanmar sejauh ini belum berkomentar. Sebelumnya mereka telah memblokir Facebook, lalu disusul Twitter dan Instagram hari ini.

Penyedia layanan seluler asal Norwegia, Telenor, mendapat perintah dari pihak berwenang Myanmar untuk memblokir akses ke Twitter dan Instagram sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Akibatnya banyak warga Myanmar yang memakai VPN, tetapi arus informasi dan akses berita tetap sangat terbatas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved