Breaking News:

Berita Badung

Pelaksanaan PPKM Mikro, MDA Badung Minta Desa Adat Aktifkan dan Bentuk Satgas Gotong Royong Covid-19

MDA Kabupaten Badung, meminta seluruh desa adat di Gumi Keris segera membentuk Satuan Tugas Gotong Royong Penanganan Covid-19.

Istimewa
Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Badung, AA. Putu Sutarja - Pelaksanaan PPKM Mikro, MDA Badung Minta Desa Adat Aktifkan dan Bentuk Satgas Gotong Royong Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menindaklanjuti proses Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Badung, Bali, pihak Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung, meminta seluruh desa adat di Gumi Keris segera membentuk Satuan Tugas Gotong Royong Penanganan Covid-19.

Jika desa adat yang masih ada Satgas Gotong Royong selama ini, diharapkan kembali diaktifkan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Badung.

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Badung, AA. Putu Sutarja mengatakan, pembentukan Satgas Covid-19 sebagai tindak lanjut dari SE Bupati Badung terkait PPKM Berbasis Desa Adat/Kelurahan dan keputusan bersama Gubernur Bali dan Bendesa Agung MDA Provinsi Bali menyangkut pembentukan Satuan Tugas Gotong Royong penanganan Covid-19 berbasis desa adat di Bali.

Bahkan pihaknya sendiri mengaku sudah sempat berkoordinasi dengan pihak desa adat yang ada di Badung.

Desa Banjar Anyar Tabanan Rencana Siapkan Tempat Karantina, Camat Kediri Bahas Pelaksanaan PPKM

Belum Terapkan PPKM Mikro, Bangli Masih Konsultasi, Buleleng Tak Ada Kasus Penularan Masif

Begini Syarat Perjalanan Masuk Bali Lewat Bandara I Gusti Ngurah Rai Selama PPKM Mikro Diberlakukan

“Kami sudah langsung berkoordinasi dengan desa adat di Badung terkait pembentukan Satgas Gotong Royong Penanganan Covid-19. Bahkan, pembentukan Satgas tidak hanya di wilayah zona merah, melainkan seluruh desa adat di Gumi Keris,” ujarnya, Selasa 9 Februari 2021.

Pihaknya mengatakan, apa yang menjadi surat edaran Bupati seperti adanya pembentukan Satgas Covid-19 dari Bapak Gubernur dan MDA dan SE Bapak Bupati Badung sudah dilakukan dengan baik.

Sehingga pihaknya mengaku Satgas Desa Adat kini akan kembali turun untuk menertibkan masyarakat yang melanggar protokol (prokes).

“Peran desa adat kini sangat diutamakan. Pasalnya dalam pelaksanaan PPKM Mikro ini tidak hanya dilakukan dengan instansi terkait. Namun ruang lingkupnya kini wilayah, desa atau banjar. Sehingga kita perlu membuat Satgas Gotong Royong lagi,” paparnya.

Selain melakukan koordinasi, pihaknya juga telah melayangkan surat resmi terkait pembentukan Satuan Tugas Gotong Royong Penanganan Covid-19 di Desa Adat.

Seperti diketahui terdapat 122 Desa Adat di Badung dengan rincian; Kuta Selatan 9 Desa Adat, Kuta 6 Desa Adat, Kuta Utara 8 Desa Adat, Mengwi 38 Desa Adat, Abiansemal 34 Desa Adat, dan Petang 27 Desa Adat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved