Breaking News:

Joe Biden dan Xi Jinping Ngobrol Selama 2 Jam, Sikapnya Terhadap China Tetap Keras Mirip Trump

Hari Kamis 11 Februari 2021 Presiden Joe Biden menelepon Presiden China Xi Jinping untuk pertama kalinya sejak dia dilantik 20 Januari 2021.

politico
Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Hari Kamis 11 Februari 2021 Presiden Joe Biden menelepon Presiden China Xi Jinping untuk pertama kalinya sejak dia dilantik 20 Januari 2021. Mereka ngobrol via telepon selama dua jam. 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON DC – Gaya komunikasi Presiden Amerika Serikat ( AS) Joe Biden memang beda jauh dibandingkan pendahulunya Donald Trump.

Hari Kamis 11 Februari 2021 Presiden Joe Biden menelepon Presiden China Xi Jinping untuk pertama kalinya sejak dia dilantik 20 Januari 2021.

Entah bagaimana caranya, Joe Biden bisa ngobrol via telepon dengan Presiden Xi Jinping sangat lama yaitu kira-kira dua jam. Ini merupakan sesuatu yang tidak lazim.

“Semalam, saya berbincang melalui telepon selama dua jam berturut-turut dengan Xi Jinping,” kata Presiden Biden kepada wartawan seperti dikutip AFP.

Presiden Biden Langsung Bentuk Gugus Tugas Guna Merespons Tantangan China

Di Tengah Ketegangan China dan Taiwan, Rombongan Kapal Induk AS Tiba di Laut China Selatan

Akibat Corona, Donald Trump: Saya Tidak Ingin Berbicara dengan Xi Jinping

Kantor berita AFP melaporkan, durasi komunikasi dan interaksi itu sangat lama bagi seorang presiden AS. Sebab dalam pertemuan tatap muka, sangay jarang berlangsung lebih dari satu jam.

Sisi menariknya adalah soal sikap Presiden Joe Biden terhadap China. Kendati ngobrol akrab dan santai selama dua jam, Biden tetap keras terhadap China untuk sejumlah masalah internasional.

Kebijakan pemerintahan Biden akan mirip pendahulunya Donald Trump.

Joe Biden menegaskan adalah tidak mungkin AS tidak bergerak merespons kebijakan Beijing.

Presiden China Xi Jinping saat menghadiri G20 Extraordinary Virtual Leaders Summit terkait persoalan Covid-19 via video conference dari Beijing, pada 26 Maret 2020.
Presiden China Xi Jinping saat menghadiri G20 Extraordinary Virtual Leaders Summit terkait persoalan Covid-19 via video conference dari Beijing, pada 26 Maret 2020. (XINHUA/LI XUEREN/EPA-EFE)

Menurut Presiden Joe Biden, pembicaraan via telepon tersebut bertujuan mengatur nada hubungan baik antara Negeri Paman Sam dengan Negeri Panda yang selama ini pasang surut.

Presiden Biden tetap menentang kebijakan pemerintahan Presiden Xi Jinping mengenai hak asasi manusia ( HAM), perdagangan, dan ketegangan regional selama pembicaraan via telepon itu.

Halaman
1234
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved