Myanmar
Tabiat Militer Myanmar Sebagai Penguasa dan Ironi Kepemimpinan Aung San Suu Kyi
Hampir setiap perubahan dan peristiwa besar yang terjadi di Myanmar, senantiasa terkait, kalau tidak jadi poros, pada diri seorang Aung San Suu Kyi.
TRIBUN-BALI.COM- Aung San Suu Kyi merupakan sebuah nama besar dalam kancah perpolitikan Myanmar lebih dari dua dekade terakhir.
Kiranya tak banyak tokoh di dunia yang namanya selalu dibicarakan begitu rupa, diberitakan, dipuja dan dituntut seperti Suu Kyi.
Pasang surut menyertai kehidupan perempuan yang kini berusia 75 tahun tersebut. Kadang bersinar, kadang pula redup, berjaya dan melandai.
Berbagai predikat tersampirkan pada pundak Aung San Suu Kyi, mulai dari tokoh aktivis prodemokrasi, pejuang hak asasi manusia, tokoh politik, pemimpin partai, penerima hadiah Nobel Perdamaian, dan lainnya.
Baca juga: Jenderal Min Aung Keluarkan Perintah Agar Militer Lebih Keras Menindak Demonstran
Baca juga: Markas Besar Partai Aung San Suu Kyi di Yangon Dihancurkan Militer Myanmar Setelah Aksi Demo 4 Hari
Baca juga: Aung San Suu Kyi Dituntut Militer Myanmar atas Kepemilikan Walkie Talkie
Pendeknya, Aung San Suu Kyi adalah sebuah nama yang tak lekang mengarungi samudera pembicaraan dan pemberitaan di dunia.
Seluruh berita dan pembicaraan itu terkait Myanmar, sebuah negara berkembang berpopulasi 51 juta jiwa, di kawasan Asia Tenggara.
Di setiap zaman, nasib Aung San Suu Kyi selalu berkelindan dengan nasib Myanmar.
Hampir setiap perubahan dan peristiwa besar yang terjadi di Myanmar, senantiasa terkait -- kalau tidak menjadi poros -- pada diri seorang Aung San Suu Kyi.
Ia naik dan turun bersama Myanmar. Ia pernah mendekam selama 15 tahun dalam tahanan rumah, lama dikenal dunia sebagai pejuang demokrasi dan penentang terdepan kekuasaan rezim militer.
Selama puluhan tahun menjadi pemimpin National League for Democracy ( Persatuan Nasional untuk Demokrasi) Myanmar, lalu sejak tahun 2016, Suu Kyi menjadi salah satu penguasa dengan jabatan State Counsellor atau penasihat negara.
Dalam jabatannya sebagai penguasa, Suu Kyi tidak lagi diposisikan sebagai pejuang prodemokrasi dan hak asasi manusia semata-mata, tapi sebaliknya, sikap diamnya terhadap masalah Rohingya membuat ia dituduh bagian rezim penindas.
Pada hari-hari ini, nama Aung San Suu Kyi kembali jadi pembicaraan dunia. Militer Myanmar dikabarkan menangkap dan menempatkannya dalam tahanan pada 1 Februari dinihari.
Nasib Suu Kyi kembali berputar ke bawah, dari pemimpin de facto Myanmar menjadi tahanan militer, seperti yang dialaminya sekian tahun lampau.
Tabiat dasar militer Myanmar
Mengapa militer Myanmar kembali melakukan kudeta dan represi tahun ini?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/aung-san-suu-kyi-terancam.jpg)