Breaking News:

Berita Denpasar

Kembali Diringkus Jadi Kurir Narkotik di Denpasar Bali, Vicky Dihukum 8,5 Tahun Penjara

Terdesak kebutuhan ekonomi, selalu menjadi alasan klasik bagi sebagian besar pengedar atau kurir narkotik

Tribun Bali/Putu Candra
Vicky saat menjalani sidang putusan secara virtual beberapa waktu lalu dari Lapas Kerobokan. Residivis ini kembali dipenjara karena terlibat tindak pidana narkotik- Kembali Diringkus Jadi Kurir Narkotik di Denpasar Bali, Vicky Dihukum 8,5 Tahun Penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdesak kebutuhan ekonomi, selalu menjadi alasan klasik bagi sebagian besar pengedar atau kurir narkotik.

Alasan itu tidak mempengaruhi putusan pidana yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terhadap terdakwa Vicky Alberto Delano (33).

Oleh majelis hakim terdakwa kelahiran Lampung yang tercatat sebagai residivis narkoba ini dihukum delapan tahun dan enam bulan (8,5 tahun) penjara, karena kembali terlibat kasus serupa.

"Putusan hakim terhadap terdakwa 8,5 tahun penjara, denda Rp.1 miliar subsidair dua bulan penjara. Yang memberatkan, karena terdakwa residivis," jelas Pipit Prabhawanty selaku penasihat hukum saat dikonfirmasi, Sabtu 13 Februari 2021.

Baca juga: Narji Ditangkap Simpan 17 Kilogram Sabu, Berikut Ini Petualangan Anggota Geng Motor & Kurir Narkoba

Baca juga: Kembali Jadi Kurir Narkotik di Denpasar Bali, Vicky Dituntut Sepuluh Tahun Penjara

Baca juga: Banting Setir Jadi Kurir Narkotik, Puguh Menerima Putusan Dihukum 10 Tahun Penjara

Dikatakan Pipit, kliennya langsung menerima putusan yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day.

Pula, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan hal senada.

"Terdakwa menerima putusan, jaksa juga menerima putusan majelis hakim," papar pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini.

"Untuk dakwaan, perbuatan terdakwa Vicky telah terbukti memenuhi unsur melakukan tindak pidana narkotik sebagaimana Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI. No.35 tahun 2009 tentang Narkotik," imbuh Pipit.

Seperti diketahui, terdakwa ditangkap, 2 Oktober 2020.

Saat itu anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar mendapat informasi ada pria dengan ciri-ciri perawakan kurus, kulit coklat, dan rambut ikal sering mengedarkan sabu di daerah Denpasar, Bali.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved